Surabaya 20 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pengurus Provinsi Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jawa Timur mulai menunjukkan sinyal kebangkitan di level internasional. Di tengah minimnya dukungan anggaran untuk cabang olahraga yang masih tergolong baru, para atlet muda Jatim justru mampu mencuri perhatian pada ajang 2026 AMPC U17 & U19 Asian Championships dengan raihan satu medali perak dan satu medali perunggu.
Dua medali tersebut diraih oleh atlet muda potensial Jawa Timur, yakni Ahmad Hafizh Muzakiyy yang menyumbang medali perak di nomor U17 Men Team dan Steven Abrian Pamaluang yang membawa pulang medali perunggu.
Ketua Umum Pengprov MPI Jatim, Dwi Eko Kistiono, menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Jawa Timur memiliki potensi besar untuk bersaing di level Asia, bahkan internasional.
“Untuk saat ini ada dua atlet Jatim yang membawa medali. Ahmad Hafizh Muzakiyy meraih perak di nomor U17 Men Team dan Steven Abrian Pamaluang meraih perunggu,” ujar Dwi Eko Kistiono, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pencapaian para atlet muda itu menjadi modal penting bagi masa depan modern pentathlon Jawa Timur. Apalagi, sebagian besar atlet yang diturunkan masih berada di usia pembinaan dan sudah mampu menembus persaingan Asia.

“Di usia mereka saat ini, mereka sudah bisa meraih medali di ajang internasional. Ini menunjukkan potensi mereka sangat besar,” katanya.
Tak hanya mengandalkan dua peraih medali, MPI Jatim juga mengirim total sembilan atlet pada kejuaraan Asia tersebut. Sejumlah atlet lainnya bahkan berhasil lolos ke babak final, sebuah capaian yang dinilai memperlihatkan peningkatan kualitas pembinaan di internal tim.
Dwi Eko optimistis, dengan tambahan pengalaman bertanding dan jam terbang internasional, atlet-atlet muda tersebut bisa menjadi kekuatan utama Jawa Timur dalam perburuan medali emas di berbagai event nasional maupun internasional mendatang.
“Tinggal menambah jam terbang mereka. Anak-anak ini punya peluang besar menjadikan MPI Jatim sebagai ladang medali emas di berbagai event,” tegasnya.
Adapun sembilan atlet yang memperkuat MPI Jatim di ajang Asia itu yakni Nisrina Aira Firdaus, Defiana Tharissa Ananda, Tahta Kirana Kalila Safa, Yoganda Hanif Aydin Afif, Reybda Abhita Kuswoyo, Ahmad Hafizh Muzakiyy, Steven Abrian Pamaluang, Ade Stevano Dwi Caesar Wira YS, dan Firman Wahyu Ramadhan.
Di balik pencapaian tersebut, MPI Jatim ternyata masih menghadapi persoalan klasik : keterbatasan anggaran. Sebagai cabang olahraga yang relatif baru berkembang, kebutuhan pembinaan dan persiapan atlet dinilai belum sepenuhnya mendapat dukungan optimal.

“Karena ini cabor baru, dana untuk persiapan memang sangat minim,” ungkap Dwi Eko.
Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan langkah MPI Jatim untuk terus membangun kekuatan atlet muda. Evaluasi teknis pun mulai dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara kuat Asia.
Menurut Dwi Eko, kekuatan utama atlet Jawa Timur saat ini berada pada nomor swimming, obstacle putra, dan endurance. Ahmad Hafizh Muzakiyy disebut sebagai atlet paling kompetitif milik Jawa Timur pada kejuaraan tersebut.
Sementara itu, Steven Abrian Pamaluang dinilai memiliki kualitas renang level Asia, meski masih perlu meningkatkan kemampuan pada nomor fencing, konsistensi obstacle, serta efisiensi shooting laser run.
“Gap utama dengan negara-negara Asia Tengah masih ada di fencing, konsistensi obstacle, dan efisiensi shooting laser run. Itu yang akan menjadi fokus evaluasi kami,” pungkasnya.(her)
