Kangean, 1 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Layanan Kesehatan Bergerak Tahap III Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, turut memperkuat konsultasi medis melalui kegiatan Telesapa di Puskesmas Arjasa, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses konsultasi dokter spesialis bagi tenaga kesehatan di wilayah kepulauan. Melalui Telesapa, dokter umum di puskesmas dapat berkonsultasi mengenai kasus pasien dengan dokter spesialis dari rumah sakit rujukan.
Dalam kegiatan tersebut, konsultasi dilakukan untuk dua bidang layanan, yakni jantung dan saraf. Konsultasi kasus jantung dilakukan bersama dr. Hayla Iqda Millisani, Sp.JP dari RSUD M. Noer Pamekasan.
Sementara konsultasi kasus saraf dilakukan bersama dr. Dian Puspitarini, Sp.S dari RSUD M. Noer Pamekasan.
Konsultasi dilakukan oleh dokter umum Puskesmas Arjasa, dr. Zida Shofy Husnayain (dr. Shofy), dengan membahas sejumlah kasus dari Puskesmas Arjasa dan Puskesmas Kangayan.
Berdasarkan data pelayanan, terdapat delapan kasus yang dikonsultasikan melalui Telesapa. Untuk kasus jantung terdapat tiga kasus, terdiri dari satu kasus dari Puskesmas Kangayan dan dua kasus dari Puskesmas Arjasa.
Sementara untuk kasus saraf terdapat lima kasus, dengan rincian dua kasus dari Puskesmas Kangayan dan tiga kasus dari Puskesmas Arjasa.
Ketua Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, drg. Diana Yulias, mengatakan perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah dengan tantangan geografis seperti kepulauan.
“Perkembangan fasilitas digital perlu kita manfaatkan untuk mendukung pelayanan medis. Melalui konsultasi jarak jauh, tenaga kesehatan di daerah dapat lebih mudah berkomunikasi dengan dokter spesialis sehingga penanganan pasien dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.”
Menurut Diana, pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan juga dapat memperkuat jejaring antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit rujukan.
Kegiatan Telesapa memberikan kesempatan kepada dokter di puskesmas untuk mendapatkan masukan dari dokter spesialis terkait kondisi pasien, hasil pemeriksaan, maupun langkah penanganan yang diperlukan.
Konsultasi tersebut juga dapat membantu tenaga kesehatan dalam menentukan apakah pasien dapat ditangani di fasilitas kesehatan setempat atau membutuhkan rujukan lebih lanjut.
Pemanfaatan layanan digital menjadi semakin penting dalam pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Keterbatasan jarak dan waktu menuju fasilitas kesehatan rujukan dapat diantisipasi melalui komunikasi dan konsultasi medis berbasis teknologi.
Telesapa menjadi salah satu rangkaian dalam Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III Pemprov Jatim di Pulau Kangean. Program ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan jejaring pelayanan di wilayah kepulauan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jatim mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan. (jal)
