More
    BerandaUncategorizedDisnakertrans Jatim Perkuat Budaya Kerja Aman Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    Disnakertrans Jatim Perkuat Budaya Kerja Aman Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 10 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali menggelar peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen penerapan budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif di seluruh sektor usaha.

    Peringatan Bulan K3 Nasional yang berlangsung setiap 12 Januari hingga 12 Februari tersebut diisi beragam agenda. Mulai dari apel Bulan K3, seminar, talk show, hingga pemberian penghargaan bagi perusahaan yang dinilai konsisten menerapkan K3.

    Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto mengatakan, capaian pembinaan dan pengawasan K3 di Jawa Timur hingga kini masih termasuk yang terbaik secara nasional. Pendekatan yang dilakukan lebih menekankan aspek promotif dan preventif. “Pencegahan menjadi fokus utama. Lingkungan kerja yang aman dan sehat mampu menekan risiko kecelakaan sekaligus menjaga produktivitas tenaga kerja,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1).

    Sebagai puncak kegiatan, Apel Bulan K3 Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur dijadwalkan digelar pada 12 Januari 2026 di Stadion Tri Dharma PT Petrokimia Gresik. Gubernur Jawa Timur direncanakan hadir langsung sebagai inspektur apel.

    Pemilihan PT Petrokimia Gresik, lanjut Sigit, didasarkan pada komitmen perusahaan dalam menerapkan standar K3 yang telah mengacu pada ketentuan internasional. Selain itu, kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia industri. “Perusahaan besar diharapkan menjadi role model penerapan K3 bagi perusahaan lain, termasuk usaha kecil dan menengah,” katanya.

    Menurut Sigit, penerapan K3 saat ini tidak hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga berdampak pada daya saing industri, terutama bagi perusahaan berorientasi ekspor. Rekam jejak keselamatan kerja menjadi perhatian pasar global. “K3 adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha,” tegasnya.

    Berdasarkan data Disnakertrans Jatim, terdapat hampir 400 ribu perusahaan di Jawa Timur, dengan mayoritas merupakan usaha mikro. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan penerapan K3. “Di usaha kecil, potensi bahaya kerap dianggap sepele, padahal risikonya tetap tinggi. Dibutuhkan pendampingan berkelanjutan,” ungkapnya.

    Pada peringatan Bulan K3 Nasional 2026, Pemprov Jatim memberikan sejumlah penghargaan. Di antaranya Zero Accident Award kepada 354 perusahaan, Penghargaan Sistem Manajemen K3 (SMK3) kepada 1.054 perusahaan, Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS kepada 104 perusahaan, serta Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (TB) kepada 96 perusahaan.

    Seluruh penerima penghargaan telah melalui proses seleksi ketat, mulai dari verifikasi administrasi hingga pemeriksaan lapangan, serta dipastikan tidak mengalami kecelakaan kerja berat selama masa penilaian.

    Sigit juga mendorong perusahaan besar agar aktif membina usaha kecil melalui program CSR, edukasi, dan berbagi praktik baik penerapan K3. “Keselamatan dan kesehatan kerja adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berdaya saing,” pungkasnya. (her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru