More
    BerandaUncategorizedPrioritaskan Aksi Kemanusiaan, FRPB Pamekasan Sediakan Ambulans Gratis hingga Rumah Singgah di...

    Prioritaskan Aksi Kemanusiaan, FRPB Pamekasan Sediakan Ambulans Gratis hingga Rumah Singgah di Surabaya

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Pamekasan 12 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom  – Markas Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan yang berlokasi di Jalan Agus Salim Gang 5 Nomor 53, Pamekasan, disambangi salah satu media Jawa Timur, pada Rabu (11/03/2026) malam.

    Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua Umum FRPB Pamekasan, Budi Cahyono, didampingi Ketua Harian FRPB, Chandra Kirana. Dalam kesempatan tersebut, tim media menggali sejumlah capaian dan program kemanusiaan yang selama ini dijalankan oleh FRPB Pamekasan.

    Budi Cahyono menjelaskan, sejak berdiri FRPB Pamekasan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kegiatan kemanusiaan. Salah satu program yang berjalan adalah layanan ambulans gratis bagi masyarakat kurang mampu, terutama bagi warga yang mengalami musibah atau kedukaan.
    Selain itu, FRPB juga aktif membantu penanganan kecelakaan serta berbagai kegiatan penanggulangan bencana di wilayah Madura dan sekitarnya.

    “Selain memberikan pertolongan dalam berbagai kejadian darurat, kami juga menyediakan ambulans gratis bagi warga kurang mampu yang sedang mengalami kedukaan,” ujar Budi.

    Tidak hanya berfokus di Pamekasan, FRPB juga terus memperluas jaringan relawannya. Saat ini, organisasi tersebut telah membuka beberapa cabang di daerah lain, di antaranya Kamal, Kabupaten Bangkalan, serta Surabaya.

    Lebih jauh, Budi mengungkapkan bahwa FRPB juga menyediakan layanan rumah singgah bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan saat menjalani perawatan di rumah sakit di Surabaya.

    Beberapa rumah singgah yang telah disiapkan berada di kawasan RSAL Surabaya dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu keluarga pasien, khususnya yang berasal dari daerah dan memiliki keterbatasan ekonomi.

    “Kami lebih memprioritaskan layanan kemanusiaan dan kerja nyata dalam penanggulangan bencana daripada sekadar wacana,” tegas Budi.

    Sementara itu, Ketua Harian FRPB Pamekasan, Chandra Kirana, mengakui bahwa perjalanan organisasi relawan tidak selalu berjalan mulus. Ia menyebut, selain mendapat apresiasi dari masyarakat dan sejumlah pejabat, FRPB juga kerap menerima kritik bahkan penilaian negatif.
    Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan untuk terus bergerak membantu masyarakat.

    “Selama menjalankan kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, tentu banyak pengalaman menarik yang kami alami, termasuk berbagai respons dari masyarakat,” ujar Chandra.
    Menurutnya, dalam dunia kerelawanan terdapat dua cara pandang yang sering kali berbeda.

    Pertama adalah logika matematis yang berorientasi pada perhitungan materi, dan yang kedua adalah logika keikhlasan yang berangkat dari panggilan hati untuk membantu sesama.

    “Relawan sejatinya bekerja atas dasar panggilan jiwa yang ikhlas. Dan keikhlasan itu soal hati, bukan soal materi,” pungkasnya. (ful)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru