Surabaya 19 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke sejumlah daerah di Jawa Timur pada Kamis dan Jumat, 16–17 April 2026. Kunjungan ini menitikberatkan pada penguatan pembinaan akhlak generasi bangsa, pengembangan pesantren, serta peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menag didampingi oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar. Sejumlah pejabat Kemenag RI turut hadir dan mendampingi, antara lain Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Menteri Agama Andi Salman, serta Direktur Pesantren Basnang Said.
Selama berada di Jawa Timur, Menag mengawali kunjungan di Pondok Tremas, Pacitan. Kegiatan dilanjutkan ke Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo serta Pondok Pesantren Gontor Ponorogo. Selanjutnya, Menag mengunjungi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan melanjutkan perjalanan ke Malang.
Pada hari kedua, Menag mengunjungi Universitas Islam Malang (UNISMA), kemudian melanjutkan silaturahmi ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dan Pondok Pesantren Nurul Jadid di Probolinggo. Rangkaian kunjungan ditutup di Pondok Pesantren Walisongo serta Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo di Situbondo.
Dalam setiap kesempatan, Menag menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pembentukan karakter, akhlak, serta peradaban bangsa.
“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk akhlak dan kepribadian. Di sinilah fondasi generasi bangsa dibangun,” ujar Menag.
Di hadapan para santri, Menag juga memberikan motivasi agar terus semangat dalam menuntut ilmu dan berani bercita-cita tinggi. Menurutnya, latar belakang sebagai santri bukanlah batasan untuk meraih masa depan.
“Santri bisa menjadi apa saja, termasuk pemimpin bangsa. Kuncinya adalah terus belajar, menjaga akhlak, dan percaya diri,” pesannya.
Menag juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan moral yang baik agar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Selain itu, dalam kunjungannya ke perguruan tinggi keagamaan Islam, Menag mendorong peningkatan mutu pendidikan, penguatan literasi Al-Qur’an, serta implementasi nilai-nilai ekoteologi yang berorientasi pada kepedulian lingkungan.
“Kesadaran spiritual harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga lingkungan. Ini menjadi bagian penting dalam pendidikan keagamaan saat ini,” tegasnya.
Dalam momentum keagamaan yang dihadiri, Menag juga mengajak masyarakat untuk meneladani perjuangan para ulama serta senantiasa mendoakan mereka yang telah wafat sebagai bentuk penghormatan dan keberlanjutan nilai-nilai keilmuan Islam.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Agama turut menyalurkan bantuan kepada sejumlah pesantren dan perguruan tinggi guna mendukung pengembangan sarana prasarana serta peningkatan kualitas pendidikan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang unggul, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai akhlak dan spiritualitas. (bry)
