Sumenep 14 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Tim Layanan Kesehatan Bergerak (Yankes Bergerak) Provinsi Jawa Timur memberikan edukasi kesehatan di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini menyasar guru dan siswa Madrasah Miftahul Ulum dengan materi pemahaman mengenai penyakit kusta, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan.
Kepala Seksi Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Hartono, menjelaskan bahwa pada hari kedua, tim Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melakukan edukasi sekaligus skrining visual awal terhadap siswa. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya tanda-tanda awal seperti bercak pada kulit yang memerlukan tindak lanjut medis.
“Tujuannya memberikan informasi dan edukasi terkait penyakit kusta. Kemudian dilakukan skrining visual awal, apakah ada bercak di kulit, bagaimana tindak lanjutnya, dan bagaimana melakukan pengobatan,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Hartono menambahkan, edukasi tersebut penting dilakukan mengingat wilayah Madura, termasuk kawasan kepulauan, memiliki riwayat kasus kusta yang cukup tinggi.
Melalui deteksi sejak dini, pengobatan dapat segera dilakukan sehingga risiko komplikasi dan kecacatan dapat dicegah. “Harapannya bisa optimal, karena Madura khususnya kepulauan juga memiliki tren penderita kusta. Dengan mengetahui sejak awal, pengobatan tidak terlambat,” katanya.
Tim kusta sendiri merupakan bagian dari program P2P. Dalam kegiatan Yankes Bergerak ini, program P2P melibatkan petugas yang menangani kusta serta tim tuberkulosis (TB).
Tim Yankes Bergerak juga memberikan penyuluhan terkait gizi kepada masyarakat di Kecamatan Gayam, khususnya kader dan para ibu. Edukasi tersebut berisi cara menyiapkan makanan bergizi bagi anak serta tips memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.
Petugas memberikan panduan mengenai penyajian makanan sehat dan bergizi agar masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Hartono berharap pengetahuan masyarakat semakin meningkat, baik dalam mengenali penyakit kusta maupun dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih cepat mendapatkan layanan kesehatan apabila menemukan masalah kesehatan di lingkungan keluarga. (pca)
