Surabaya 14 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Operasional pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M terus berlangsung dengan lancar di Asrama Haji Kelas I Surabaya. Hingga Sabtu (13/6) pukul 11.00 WIB. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya telah menerima kedatangan 50 kelompok terbang (kloter) dengan total 18.956 jemaah dan petugas atau sekitar 43 persen dari total rencana kedatangan sebanyak 44.000 orang.
Berdasarkan data operasional, jumlah jemaah yang telah tiba mencapai 18.616 orang, terdiri atas 8.621 jemaah pria dan 9.995 jemaah wanita. Sementara jumlah petugas yang telah kembali ke Tanah Air sebanyak 340 orang, terdiri atas 74 PHD dan PIH KBIHU, 49 ketua kloter, 50 petugas ibadah haji kloter (PIHK), dan 166 tenaga kesehatan haji kloter (TKHK).
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa proses pemulangan hingga kloter ke-50 berjalan sesuai jadwal dan terus mendapatkan pengawalan dari seluruh unsur pelayanan yang bertugas di debarkasi.
“Alhamdulillah, operasional pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya hingga kloter 50 berlangsung dengan tertib dan lancar. Seluruh petugas berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar setiap jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman dan nyaman,” ujar As’adul Anam.
Dari aspek penerbangan, tercatat sebanyak 35 penerbangan tiba tepat waktu, 9 penerbangan lebih cepat dari jadwal, dan 6 penerbangan mengalami keterlambatan.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 128 mutasi keluar, yang terdiri atas 23 jemaah wafat di Arab Saudi, 19 jemaah telah sakit di Arab Saudi, 10 jemaah tunda pulang, 3 jemaah pulang mandiri, 26 jemaah pindah kloter, 47 seat kosong, dan 62 open seat. Selain itu, terdapat 66 mutasi masuk yang seluruhnya berasal dari jemaah yang telah memiliki kloter.
Dalam laporan debarkasi, jumlah jemaah wafat yang tercatat hingga kloter 50 sebanyak lima orang, yaitu Hery Widianto asal Kota Malang, Wayan Rohani Suwasti asal Kota Malang, Kasijatin Tiba asal Kota Pasuruan, Darsiman Samsuri asal Kabupaten Tuban, dan Marsinah Marjan asal Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, hingga hari ke-13 operasional pemulangan, masih terdapat 12 jemaah yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi sehingga belum dapat dipulangkan bersama kloternya. PPIH Debarkasi Surabaya terus berkoordinasi dengan petugas di Arab Saudi untuk memantau kondisi kesehatan dan proses kepulangan para jemaah tersebut.
As’adul Anam menegaskan bahwa seluruh jajaran PPIH Debarkasi Surabaya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi harian guna memastikan kelancaran proses pemulangan hingga kloter terakhir.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar operasional pemulangan berjalan optimal. Kami juga memohon doa agar jemaah yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (her)
