Surabaya 5 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Perkuat layanan kesehatan di Banyuwangi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) dan Rumah Sakit Universitas Airlangga resmi menjalin kerja sama dengan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng pada Sabtu (4/7/2026) di Dialoog Hotel, Banyuwangi. Kolaborasi itu dilakukan sebagai bukti konkret dalam menghadapi tantangan pembangunan kesehatan yang kian kompleks.
Pada sambutannya, Rektor UNAIR menegaskan Rektor UNAIR menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit, dan pemerintah daerah saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan mutlak. Sinergi ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang yang terukur.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia kesehatan, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan dapat berjalan lebih konkret, terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kolaborasi Konkret demi Kesejahteraan Masyarakat
Prof Madyan juga menekankan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan titik awal dari ikhtiar bersama. Kehadiran jajaran pimpinan UNAIR dalam agenda ini menjadi bukti kuat komitmen institusi dalam membangun kemitraan yang memberikan manfaat nyata di lapangan.
“Saya yakin sinergi antara UNAIR, RS UNAIR, RSUD Blambangan, RSUD Genteng, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan membuka ruang bagi lahirnya inovasi, memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, serta melahirkan pelayanan kesehatan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Melalui kerja sama ini, ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membangun kepercayaan dan komitmen bersama. “Semoga ikhtiar yang kita awali hari ini menjadi fondasi bagi kolaborasi yang semakin erat, produktif dan berdampak bagi kemajuan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat.
Agenda itu turut dihadiri dan diapresiasi langsung oleh Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, SPd MKP beserta jajaran pemerintah daerah setempat. Kehadiran jajaran pemkab menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memajukan sektor pendidikan tinggi dan layanan kesehatan di Banyuwangi.
Sinergi dan Kolaborasi FIKKIA dan Pemkab Banyuwangi
Sementara itu, Hj Ipuk Fiestiandani SPd MKP mengapresiasi pembangunan Gedung FIKKIA di Banyuwangi dan kerja sama UNAIR dengan RSUD Blambangan serta RSUD Genteng. Ia berharap kehadiran Kampus bisa menciptakan sinergi dan output antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan UNAIR.
“Mudah-mudahan nanti bisa menjadi sebuah kolaborasi yang kuat, dan insyaallah kami harap FIKKIA UNAIR akan semakin lebih maju lagi di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Disamping itu, ia juga mengungkapkan prestasi dan pendapatan pemkab Banyuwangi. Menurutnya, terealisasinya MoU kerja sama dengan rumah sakit dapat meningkatkan harapan hidup dan meningkatkan kesadaran masyarakat Banyuwangi terhadap kesehatan. Jika itu terwujud, maka indeks pembangunan manusia di Banyuwangi bisa meningkat.
“Kami mengucapkan terima kasih selama ini mahasiswa-mahasiswa FIKKIA sudah banyak membantu teman-teman kami di desa-desa. Khususnya yang sering bertemu kami itu adalah jurusan kedokteran hewan. Dan ketika kami melihat sektor peternakan, disitu selalu ada mahasiswa UNAIR yang mendampingi peternak-peternak kami. Inilah yang kami harapkan, bagaimana mahasiswa FIKKIA turun ke bawah, menjadikan desa-desa kami sebagai ruang belajar bersama komunitas,”paaparnya.
Jika banyak mahasiswa terjun di masyarakat, maka mahasiswa akan paham apa yang mereka pelajari. Ia yakin lulusan FIKKIA akan menjadi lulusan terbaik di Indonesia. “Kami sangat membutuhkan kehadiran tokoh-tokoh, ilmuwan-ilmuwan, akademisi dalam membuahkan pikiran-pikiran serta riset-riset yang ada di kampus-kampus hebat. Salah satunya UNAIR untuk membantu kami menentukan kebijakan, membantu kami mengelola desa-desa yang memiliki masalah-masalah yang berbeda-beda,” tutupnya.(rin)
