Surabaya 5 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) terus memperkuat internasionalisasi pendidikan. Langkah ini diwujudkan dengan merintis program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Malaysia.
Program yang menjadi proyek percontohan (pilot project) pertama di Indonesia tersebut berlangsung pada 14–28 Juni 2026 di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Pulai Jaya, Johor, Malaysia.
Kepala Divisi Kemitraan dan Kerja Sama BPPG Unesa, Dr. Muhammad Reza, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa PPG agar tidak hanya memahami kurikulum nasional, tetapi juga mampu mengomparasikan praktik pendidikan di luar negeri.
Menurut Reza, program ini menjadi langkah awal internasionalisasi PPG Unesa sekaligus terobosan bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia.
Selain melaksanakan PPL, mahasiswa juga berkolaborasi dengan mitra sekolah di Malaysia untuk menghasilkan artikel ilmiah bereputasi internasional. Melalui inovasi dari BPPG Unesa ini, program tersebut diharapkan berdampak nyata bagi penguatan kompetensi calon guru dan mutu pendidikan.
Kerja sama internasional ini dipastikan tidak berhenti di Malaysia. BPPG Unesa saat ini tengah menyiapkan kolaborasi lanjutan dengan sejumlah institusi pendidikan di Australia sebagai bagian dari perluasan jejaring global.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta dari Prodi PJOK, Rahmad Zulham Assidiqqy Handryant. Ia mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan banyak pengalaman baru, terutama saat mengamati proses pembelajaran di SMK Pulai Jaya.
Selain melakukan observasi dan asistensi mengajar mata pelajaran PJOK, ia juga berkesempatan mempelajari budaya sekolah, fasilitas olahraga, hingga sistem kurikulum yang diterapkan di Malaysia.
Bagi Rahmad, salah satu hal yang paling berkesan adalah budaya disiplin sekolah yang konsisten, seperti kehadiran guru yang lebih awal daripada siswa serta kegiatan perhimpunan harian sebagai sarana evaluasi akademik dan pembentukan karakter.
Selain itu, siswa di sana tidak hanya rutin berolahraga, tetapi juga mempelajari konsep ilmiah seperti pengukuran denyut nadi. Sekolah tersebut bahkan telah menerapkan mata pelajaran Sport Science untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dalam olahraga sejak jenjang sekolah menengah.
Hal senada disampaikan oleh Faradina Anggraeni Ma’roef, peserta dari Prodi Informatika. Selama di Malaysia, Faradina tidak hanya mengamati proses pembelajaran di sekolah mitra, tetapi juga dipercaya menjadi narasumber dalam podcast yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi Malaysia (UTM), salah satu mitra Unesa dalam program ini.
Menurutnya, keterbukaan warga sekolah menjadi pengalaman yang paling membekas, di mana para siswa antusias mengenalkan budaya lokal dan guru-guru aktif berbagi strategi pembelajaran.
Dalam program PPL internasional perdana ini, BPPG Unesa memberangkatkan enam mahasiswa pilihan. Mereka adalah Rahmad Zulham Assidiqqy Handryant (PJOK), Faradina Anggraeni Ma’roef (Informatika), Fauly Awina Rofida (IPS), Annis Annafik Majid (PGSD), Anesia Anggun Kinanti (IPA), dan Lilik Lailatus Sholihah (IPA).(her)
