Surabaya 13 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan ia belakangan intens melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi di Kota Pahlawan, mulai dari Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi, Kawasan Wisata Religi Ampel, hingga Jalan Tunjungan dan kawasan kuliner malam Kedungdoro.
Menurutnya, sidak dilakukan bukan karena belum adanya sistem pengawasan, melainkan untuk memastikan seluruh mekanisme yang telah dibangun benar-benar dijalankan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Sistem sudah berjalan. Sekarang berarti saya harus mengontrol anak buah saya (sidak ke lapangan) berjalan atau tidak,” ujar Wali Kota Eri usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin (13/7/2026).
Wali Kota Eri menegaskan bahwa berbagai sistem pelayanan dan pengawasan telah diterapkan di lingkungan Pemkot Surabaya. Karena itu, tahap berikutnya adalah memastikan seluruh perangkat daerah (PD) bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya tanpa harus selalu menunggu arahan atau pengawasan langsung dari wali kota.
“Jadi, saya berharap dengan saya turun ke lapangan ini, maka anak buah saya bisa berjalan, teman-teman pemkot ini bisa berjalan tanpa saya awasi,” tegasnya.
Ia menuturkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak bergantung pada sosok wali kota, melainkan pada birokrasi yang mampu bekerja secara konsisten dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, sidak juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih disiplin dan responsif di seluruh perangkat daerah.
“Karena buat saya, Wali Kota Surabaya adalah birokrasi Pemerintah Kota Surabaya. Karena wali kota itu cuma (menjabat) 10 tahun, birokrasi puluhan tahun. Maka saya berharap dengan ini menjadi cambuk, pukulan, pada teman-teman Pemerintah Kota Surabaya,” jelasnya.
Wali Kota Eri menilai masih adanya temuan dugaan pungutan liar (pungli) maupun aktivitas parkir tanpa izin menunjukkan bahwa sistem yang telah disiapkan belum dijalankan secara optimal. Menurutnya, persoalan seperti itu seharusnya dapat ditangani lebih awal oleh perangkat daerah setempat tanpa harus menunggu ia turun langsung ke lapangan.
“Jadi sekarang turunlah (ke lapangan), masak ada pungli diam saja. Padahal sistem sudah berjalan. Ada parkir seperti di Jalan Tunjungan (Kecamatan Genteng) tidak ada izinnya, kok ya diam saja. Ini berarti apa? Sistemnya harus berjalan,” tegasnya.
Karena itu, Wali Kota Eri memastikan akan terus melakukan pengecekan langsung ke berbagai titik di Surabaya sebagai bagian dari evaluasi kinerja PD. Ia juga mengingatkan tidak akan segan melakukan pergantian pimpinan apabila ditemukan pejabat yang tidak mampu menjalankan sistem yang telah dibangun Pemkot Surabaya.
“Sekarang sistem sudah terbentuk, saya harus turun ke lapangan untuk mengecek benar tidak sudah jalan. Makanya jangan kaget kalau ada yang tidak menjalankan, saya ganti pimpinannya,” pungkasnya.(bri)
