Surabaya 13 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Persebaya benar-benar serius menyiapkan timnya. Bukan hanya pada perburuan pemain, tapi bagaimana memastikan kondisi semua skuadnya siap tampil.
Setelah melakukan serangkaian medical check-up terintegrasi lewat kerja sama dengan Mayapada Hospital, Persebaya juga melakukan pemetaan kondisi pemainnya lewat pendekatan teknologi. Bukan mengandalkan tes fisik konvensional, tapi menggunakan serangkaian perangkat VALD Performance. Perangkat itu selama ini yang digunakan oleh tim-tim besar di Eropa, termasuk mayoritas klub Premier League Inggris.
Perangkat VALD Performance memang bukan barang baru, tapi penggunaannya di Indonesia masih jarang. Bahkan PSSI sendiri baru mengenalkannya tahun ini di acara Medical Workshop.
Persebaya bersama DBL Indonesia sudah menginvestasikan alat ini sejak tahun lalu. Bahkan sudah dipakai di DBL Camp, program pemusatan pelatihan basket pelajar untuk para pemain terpilih di kompetisi DBL.
CEO Persebaya Azrul Ananda menyaksikan langsung proses measurement test para pemainnya di Gelora Bung Tomo, Kamis 9 Juli 2026. Agenda itu di-handle oleh tim pelatih utama Persebaya Academy.
Dalam kesempatan itu Azrul menegaskan bahwa sambil terus membangun tim yang kuat, baik kepelatihan dan pemain, Persebaya juga bertahap mengembangkan infrastruktur pendukung, termasuk sports science.
“Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini,” jelasnya.
Azrul juga menegaskan Persebaya telah berinvestasi cukup besar di sistem analisis baru. Sistem itu diharapkan bisa membantu manajemen dan pelatih dalam scouting dan pemilihan pemain sesuai kebutuhan dan filosofi bermain.
“Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi lebih baik dan konsisten untuk Persebaya jangka menengah dan panjang,” ujarnya.
Data Fisik Dibangun dari Hulu hingga Hilir
Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Widjaja, Sp.OT(K), menambahkan, penggunaan VALD Performance merupakan bagian dari sistem pemeriksaan pemain yang disusun secara menyeluruh sebelum kompetisi dimulai. Dari hulu sampai hilir.
Ia menjelaskan, seluruh proses diawali dengan memastikan setiap pemain berada dalam kondisi sehat. Tahap pertama dilakukan melalui pemeriksaan medis bersama tim dokter di Mayapada Hospital. Dokter yang terlibat multidisiplin. Pemeriksaan bahkan sampai pada pengecekan fungsional gerak oleh dokter sports medicine.
Baru setelah seluruh tahapan tersebut selesai, pemain menjalani serangkaian pengukuran menggunakan perangkat VALD Performance, yang dihandle oleh tim coach utama Persebaya Academy.
Melalui perangkat tersebut, hasil pemeriksaan klinis diterjemahkan menjadi data kuantitatif berupa angka-angka yang dapat diukur dan dibandingkan dari waktu ke waktu.
“Angka-angka ini menjadi data dasar bagi pelatih fisik maupun pelatih teknik untuk menyusun program pemain selama satu musim. Bagi tim medis, data ini juga menjadi profil setiap pemain untuk melihat aspek pencegahan cedera sekaligus peningkatan performa,” jelas pria yang akrab disapa dr Tommy itu.
Menariknya, penggunaan teknologi VALD Performance kini juga mulai menjadi perhatian di level nasional. Dalam Medical Workshop yang digelar PSSI baru-baru ini, kata dr Tommy, perangkat tersebut turut diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan sports science di sepak bola Indonesia dan telah digunakan di lingkungan tim nasional.
Namun bagi Persebaya, implementasi teknologi tersebut bukan lagi sebatas pengenalan. Klub sudah lebih dahulu mengintegrasikannya ke dalam sistem monitoring kondisi fisik pemain sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. (jok)
