Semarang 13 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – The Lion Surabaya menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke partai final kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri. Bermain di Sahabat Arena, Semarang, Senin (13/7), The Lion menaklukkan Warriors Jakarta dengan skor 42-37 melalui pertandingan yang berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Sejak tip-off, kedua tim memilih bermain lebih hati-hati. Warriors beberapa kali mencoba memanfaatkan kecepatan transisi, namun The Lion mampu menjawab lewat pertahanan disiplin yang membuat mereka unggul 14-10 pada kuarter pertama.
The Lion tetap berhasil menjaga momentum dan menutup kuarter dua dengan keunggulan 22-16.
Selepas jeda, Warriors meningkatkan intensitas permainan untuk memangkas selisih angka. Namun setiap kali lawan mencoba mendekat, The Lion selalu memiliki jawaban. Memasuki kuarter terakhir dengan keunggulan sembilan poin, mereka berhasil mengendalikan tempo permainan meski Warriors terus memberikan tekanan.
Warriors sempat membuka peluang comeback di pengujung laga. Akan tetapi, ketenangan para pemain The Lion dalam menguasai bola dan menyelesaikan setiap possession membuat keunggulan tetap terjaga hingga peluit panjang berbunyi.
Hannah Harshita menjadi sosok paling berpengaruh dalam kemenangan The Lion setelah mencatatkan 17 poin dan 18 rebound, sekaligus membukukan double-double. Di kubu Warriors Jakarta, Christiena Mien memimpin perolehan angka tim dengan 12 poin serta menambahkan 4 steal.
Pelatih The Lion Surabaya, Feruji Jezswi, menilai pertandingan semifinal berjalan sesuai prediksi. Meski timnya sempat mengalami penurunan performa, para pemain mampu merespons situasi dengan baik.
“Hari ini anak-anak bermain cukup solid. Memang sempat under perform, tetapi kami selalu melakukan evaluasi. Yang terpenting, kami tidak ingin mengalami kekalahan untuk kedua kalinya,” ujarnya.
Menghadapi laga final, Jezswi menegaskan timnya tidak ingin kehilangan identitas permainan hanya karena menyesuaikan kekuatan lawan.
“Kami harus tetap bermain sesuai karakter kami sendiri. Jangan sampai terbawa pola permainan lawan karena itu bisa menjadi bumerang,” katanya.
Ia juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri meski telah mencapai partai puncak.
“Kami selalu menganggap setiap pertandingan dimulai dari skor 0-0. Jadi mau menang atau kalah di pertandingan sebelumnya, besok kami harus datang dengan semangat yang sama dan terus berjuang,” tutupnya.
Pada petandingan lanjutan, satu tiket lagi menuju partai final kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri berhasil diamankan Satria Karadenan Bogor. Bermain di Sahabat Arena, Semarang, Senin (13/7), Satria menundukkan Sahabat BWX Banyuwangi dengan skor 63-46 setelah mengambil alih kendali pertandingan sejak kuarter kedua.
Laga semifinal sempat berjalan seimbang pada menit-menit awal. Kedua tim saling berbalas serangan hingga kuarter pertama ditutup dengan skor imbang 11-11. Sahabat BWX beberapa kali mampu memanfaatkan celah di pertahanan Satria, sementara Satria masih berusaha menemukan ritme permainan terbaiknya.
Momentum berubah pada kuarter kedua. Satria tampil lebih tenang dalam membangun serangan dan mulai mendominasi paint area. Perlahan mereka menciptakan jarak hingga menutup babak pertama dengan keunggulan 33-29.
Selepas turun minum, permainan Satria semakin sulit dibendung. Pertahanan yang lebih disiplin membuat Sahabat BWX kesulitan mendapatkan peluang bersih, sedangkan serangan Satria terus menghasilkan poin demi poin. Keunggulan pun melebar menjadi 49-38 sebelum akhirnya mereka memastikan kemenangan 63-46.
Satria mendapatkan kontribusi merata dari para pemainnya. Azfa Fazila dan Galaila Yahenzquita sama-sama menjadi pencetak angka terbanyak dengan 16 poin, sementara di kubu Sahabat BWX Banyuwangi, Gabrielle Keiko tampil impresif melalui torehan 17 poin dan 8 rebound.
Pelatih Satria Karadenan Bogor, Mabruri, mengakui semifinal menghadirkan tantangan berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Selain kondisi cuaca yang cukup panas, ia menilai lawan sudah mempelajari pola permainan timnya.
“Hari ini panasnya berbeda. Lawan juga pasti sudah mempelajari permainan kami, jadi di awal kami sempat terbawa ritme mereka. Untungnya semakin pertandingan berjalan, mereka justru mengikuti gameplay yang kami inginkan,” ujar Mabruri.
Menatap partai final, fokus utama Satria bukan hanya menyusun strategi, tetapi juga memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik setelah menjalani pertandingan secara beruntun.
“Besok yang pertama saya lihat adalah kebugaran anak-anak. Kami bermain beberapa hari berturut-turut, jadi kondisi fisik harus dipulihkan dulu. Selain itu, mental bertanding juga harus benar-benar siap untuk final,” katanya.
Meski telah melampaui target awal, Mabruri mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan keberhasilan mencapai partai puncak.
“Target kami sebenarnya sudah melebihi ekspektasi. Justru sekarang tantangannya adalah menjaga mentalitas dan kebugaran pemain supaya tetap fokus menghadapi final,” tutupnya.
Dengan kedua hasil pertandingan ini, partai final kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri akan mempertemukan Satria Karadenan Bogor dan The Lion Surabaya. Kedua tim berhasil melewati fase grup dan babak semifinal dengan performa konsisten, sehingga laga puncak diprediksi berlangsung sengit dalam perebutan gelar juara nasional U18 putri.(ian)
