Lumajang, 17 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Tepat tengah malam, suasana Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Lumajang berubah hening. Penerangan utama dipadamkan, sementara cahaya obor dan lilin menerangi pusara para pahlawan. Di tempat itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forkopimda dan peserta apel kembali mengenang pengorbanan mereka yang telah berjuang untuk Indonesia.
Suasana tersebut menjadi bagian dari Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu malam (15/8/2026) tepat pukul 00.00 WIB.
Prosesi dipimpin Dandim 0821 Lumajang selaku pimpinan apel. Seluruh peserta mengikuti penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Berdasarkan catatan di TMP Kusuma Bangsa, terdapat 427 pahlawan yang dimakamkan di tempat tersebut. Mereka terdiri atas 232 prajurit TNI, 94 anggota Polri, 11 pegawai sipil, 15 pejuang rakyat, serta 75 pahlawan tidak dikenal.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan renungan suci menjadi kesempatan untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini memiliki sejarah perjuangan dan pengorbanan yang panjang.
“Di tengah suasana peringatan kemerdekaan ini, kita kembali diingatkan bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak datang dengan mudah. Ada pengorbanan jiwa, raga, harta, dan ketulusan para pahlawan yang harus selalu kita hormati,” ungkapnya.
Menurut Bunda Indah, mengenang jasa pahlawan tidak cukup hanya dilakukan melalui upacara. Nilai perjuangan perlu diteruskan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi teladan bagi kita semua. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan bekerja sebaik-baiknya, menjaga persatuan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta bersama-sama membangun Kabupaten Lumajang dan Indonesia,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus mengenal sejarah dan menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Keberanian, keikhlasan, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air dinilai tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai generasi kita melupakan sejarah. Mari kita rawat kemerdekaan ini dengan menjaga persatuan dan mengisinya dengan prestasi serta karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Apel Kehormatan dan Renungan Suci diikuti barisan gabungan perwira dan personel TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Korpri, serta tim Korsik Kabupaten Lumajang. Prosesi berlangsung dalam suasana khidmat dan dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara serta penghormatan kepada arwah para pahlawan.
Di tengah rangkaian peringatan kemerdekaan, renungan di TMP Kusuma Bangsa menjadi pengingat bahwa generasi hari ini menerima kemerdekaan sebagai warisan perjuangan. Menjaganya dapat diwujudkan melalui persatuan, pengabdian, dan karya yang bermanfaat bagi sesama. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
