Jakarta, 21 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan hafizah asal Jawa Timur, Fehima Najaha Asy-Syarifah. Setelah sukses meraih peringkat terbaik lima pada cabang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 15 Juz Putri dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 di Masjidil Haram, Arab Saudi, Fehima tiba di Indonesia dan disambut langsung Ketua Pelaksana Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Timur, KH Abdul Hamid Abdullah.
KH Abdul Hamid menjemput langsung kedatangan Fehima di Terminal Internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Kamis (20/8/2026) malam. Dalam penyambutan tersebut, ia didampingi Kepala Kantor LPTQ Jawa Timur Muhammad Isa serta kedua orang tua Fehima.
Kedatangan Fehima menjadi momen penuh kebanggaan setelah santriwati Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir, Kabupaten Jombang, itu berhasil mengharumkan nama Indonesia di salah satu ajang kompetisi Al-Qur’an internasional bergengsi yang berlangsung pada 6–20 Agustus 2026.
KH Abdul Hamid Abdullah mengatakan, capaian Fehima merupakan prestasi yang membanggakan bagi Jawa Timur sekaligus Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses pembinaan hafiz dan hafizah yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, Fehima berhasil meraih terbaik lima. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan, karena yang bersangkutan harus bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai negara,” ujar KH Abdul Hamid Abdullah, Kamis (20/8/2026).
Pada cabang MHQ 15 Juz Putri, posisi terbaik pertama diraih delegasi Myanmar, disusul Palestina di posisi kedua, Bangladesh ketiga, Oman keempat, dan Indonesia melalui Fehima Najaha Asy-Syarifah di posisi terbaik kelima.
Prestasi tersebut sekaligus mengukuhkan Fehima sebagai salah satu dari empat delegasi Indonesia yang berhasil menembus jajaran terbaik dalam MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46.

Fehima dipercaya memperkuat delegasi Indonesia setelah memiliki rekam jejak prestasi yang kuat di tingkat nasional. Sebelumnya, ia berhasil meraih Juara I Hafalan Al-Qur’an 20 Juz Putri pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, saat mewakili Kafilah Jawa Timur.
Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting sekaligus dasar kepercayaan kepada Fehima untuk tampil di panggung internasional dan berkompetisi dengan hafizah terbaik dari berbagai negara.
Dalam MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46, Indonesia mengirimkan empat delegasi. Selain Fehima pada kategori 15 Juz Putri, Indonesia menurunkan Alifah Khanza Dewi dari Kalimantan Timur pada kategori 30 Juz Putri, Muhammad Hasbi Assidiq dari Kepulauan Riau pada kategori 30 Juz Putra, serta Muhammad Habibul Haq Al Hanif dari Riau pada kategori 15 Juz Putra.
Dari empat delegasi tersebut, tiga di antaranya berhasil menembus peringkat terbaik. Muhammad Hasbi Assidiq meraih terbaik lima pada kategori 30 Juz Putra, sedangkan Muhammad Habibul Haq Al Hanif meraih terbaik enam pada kategori 15 Juz Putra. Sementara Alifah Khanza Dewi pada kategori 30 Juz Putri belum masuk jajaran terbaik.
Pada kategori 30 Juz Putra, posisi pertama diraih Libya, disusul Tunisia, Bangladesh, Britania Raya, dan Indonesia melalui Muhammad Hasbi Assidiq di posisi terbaik kelima.
KH Abdul Hamid menegaskan, capaian Fehima bukan hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga menjadi gambaran atas kualitas pembinaan Al-Qur’an di Jawa Timur.
“Ini menjadi bukti bahwa pembinaan tahfiz Al-Qur’an di Jawa Timur terus berkembang dan mampu melahirkan hafiz dan hafizah yang memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan Fehima juga menunjukkan bahwa lingkungan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi Qur’ani yang memiliki ketekunan, kedisiplinan dan kemampuan untuk tampil dalam kompetisi Al-Qur’an di tingkat dunia.
Sebagai santriwati asal Jombang, prestasi Fehima di Masjidil Haram turut menjadi kebanggaan bagi daerah asalnya. Kiprahnya di panggung internasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Jawa Timur untuk semakin mencintai, menghafal, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
LPTQ Jawa Timur berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para hafiz dan hafizah lainnya untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Keberhasilan Fehima di Arab Saudi juga memperpanjang catatan prestasi Jawa Timur dalam pembinaan tilawah dan tahfiz Al-Qur’an. Dari berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Jawa Timur, terus lahir generasi Qur’ani yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Dengan raihan terbaik lima pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46, Fehima Najaha Asy-Syarifah membuktikan bahwa ketekunan dalam menghafal Al-Qur’an, pembinaan yang konsisten, serta dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan dapat mengantarkan generasi muda Jawa Timur tampil di panggung dunia. (jal)
