Lumajang, 7 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Perjalanan ke Tanah Suci tidak seharusnya berhenti ketika jemaah kembali ke rumah. Nilai-nilai yang dibawa dari ibadah haji diharapkan tumbuh menjadi kepedulian kepada sesama, semakin kuatnya persaudaraan, dan kehadiran yang memberi manfaat bagi lingkungan.
Semangat itulah yang dibangun dalam Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H/2026 M sekaligus Silaturahmi Jemaah Haji Kabupaten Lumajang yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (6/9/2026).
Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW: Merawat Kemabruran Haji, Memperkuat Ukhuwah Menuju Lumajang yang Barokah”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan kembali peran para alumni haji setelah kembali ke tengah masyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Lumajang, dr. Halimi Maksum, hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Lumajang Indah Amperawati. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi IPHI dan MTP IPHI Kabupaten Lumajang yang telah menggagas kegiatan tersebut.
“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya tidak hanya sebatas agenda seremonial tahunan semata, melainkan juga sebagai momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi diri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena kemabruran haji tidak hanya berkaitan dengan pengalaman ibadah secara pribadi. Di tengah masyarakat, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap jujur, amanah, peduli kepada warga yang membutuhkan, serta kesediaan ikut menjaga suasana kehidupan yang rukun.
Bagi anggota IPHI, pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci juga menjadi modal untuk mengambil peran lebih luas di lingkungan masing-masing. Kepedulian itu dapat hadir dalam bentuk sederhana hingga kegiatan sosial yang lebih terorganisasi, seperti membantu warga kurang mampu, santunan anak yatim, maupun pemberdayaan ekonomi berbasis umat.
“Sebagai bagian dari anggota IPHI, panjenengan semua memiliki peran strategis untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Predikat kemabruran haji seyogianya tercermin dari kepedulian sosial yang makin tinggi dan kontribusi nyata dalam menjaga keharmonisan serta kesejahteraan warga Lumajang,” tuturnya.
Selain kepedulian sosial, anggota IPHI diharapkan dapat menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga persaudaraan. Ketika terjadi perbedaan pandangan atau persoalan di lingkungan, keberadaan tokoh-tokoh masyarakat yang mampu menjadi peneduh dapat membantu menjaga komunikasi dan kerukunan antarwarga.
Peran tersebut semakin berarti karena pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan program pemerintah, tetapi juga keterlibatan masyarakat. Para kiai, ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga besar IPHI memiliki ruang untuk ikut memberikan masukan, membangun kepedulian, serta mendukung berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendirian dalam membangun daerah ini. Kami membutuhkan dukungan, masukan, serta doa dari para kiai, ulama, dan seluruh keluarga besar IPHI agar pembangunan di Kabupaten Lumajang senantiasa berjalan lancar, berkeadilan, dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” katanya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong IPHI mengambil peran dalam tiga hal. Pertama, memperkuat kepedulian sosial dengan mendorong anggota yang telah menunaikan ibadah haji untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan dan pemberdayaan warga.
Kedua, menjadi perekat ukhuwah dan kedamaian dengan ikut menjaga kerukunan serta menghadirkan suasana yang sejuk di tengah masyarakat.
Ketiga, membangun sinergi dengan pemerintah daerah melalui berbagai kegiatan di bidang keagamaan, pendidikan moral, sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah menaruh harapan besar terhadap keberadaan dan kiprah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia sebagai salah satu mitra strategis dalam pembinaan umat dan pembangunan daerah,” tegasnya.
Dengan peran tersebut, keberadaan IPHI diharapkan tidak hanya terasa dalam kegiatan silaturahmi antaralumni haji, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kepedulian kepada tetangga, membantu warga yang membutuhkan, menjaga kerukunan, hingga membuka ruang pemberdayaan dapat menjadi bentuk nyata nilai-nilai yang dibawa sepulang dari Tanah Suci.
Maulid Nabi pun menjadi momentum untuk kembali melihat keteladanan Rasulullah SAW bukan hanya sebagai kisah yang dikenang, tetapi sebagai nilai yang dihidupkan dalam hubungan antarsesama.
“Marilah kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan bersama-sama merawat kedamaian di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
