Bandung, 28 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memperkuat ekosistem olahraga disabilitas melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas yang berlangsung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 18–20 September 2026.
Kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali potensi atlet, memahami olahraga adaptif, serta mendukung pembinaan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan atlet disabilitas.
Materi yang diberikan antara lain Identifikasi Bakat Olahraga Disabilitas dan Olahraga Adaptif. Peserta mempelajari identifikasi potensi atlet dengan mempertimbangkan jenis dan tingkat impairment, potensi fisik dan psikologis, karakteristik cabang olahraga, serta faktor lingkungan.
Peserta juga mendapatkan materi Klasifikasi dan Penanganan Disabilitas yang membahas penempatan atlet ke dalam sport class berdasarkan dampak impairment terhadap aktivitas yang diperlukan dalam cabang olahraga tertentu. Proses tersebut meliputi penilaian kondisi kesehatan, pemeriksaan impairment, penilaian minimum impairment criteria, hingga penentuan sport class dan sport class status.
Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., mengatakan kesempatan dan pelatihan yang tepat menjadi faktor penting dalam membantu penyandang disabilitas mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Kami sangat yakin dengan memberikan kesempatan bagi teman-teman penyandang disabilitas mendapat ruang dilatih dengan baik, itulah yang akan membedakan teman penyandang disabilitas jadi berprestasi atau tidak,” ujar Dante.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digulirkan dan kapasitas peserta dikembangkan agar pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Kami sangat berharap kegiatan serupa ini bisa terus digulirkan. Teman-teman yang diberikan ToT hari ini harus dikembangkan kapasitasnya agar ke depan teman-teman bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang mendiseminasikan hasil dari ToT kepada teman yang lain,” katanya.
Melalui ToT ini, Kemenpora berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan masing-masing untuk mendukung pencarian bakat, pembinaan, dan pengembangan atlet disabilitas secara lebih terarah dan berkelanjutan. (Irf)
