Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain td-cloud-library dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u974239021/domains/draftrakyat.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Cuci Darah Sejak Usia 10 Tahun, Kesehatan Ginjal Anak Perlu Jadi Perhatian | Draft Rakyat
More
    BerandaUncategorizedCuci Darah Sejak Usia 10 Tahun, Kesehatan Ginjal Anak Perlu Jadi Perhatian

    Cuci Darah Sejak Usia 10 Tahun, Kesehatan Ginjal Anak Perlu Jadi Perhatian

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang, 28 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kesehatan ginjal perlu diperhatikan sejak masa pertumbuhan. Catatan RSUD dr Haryoto Lumajang tentang adanya pasien yang menjalani cuci darah pada usia 10 tahun menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan ginjal tidak hanya diperlukan ketika seseorang sudah dewasa.

    Humas RSUD dr Haryoto Lumajang, Agus Wahyudi, mengatakan pasien yang menjalani layanan hemodialisis atau cuci darah di rumah sakit tersebut berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak.

    “Ada yang umur 15 tahun, umur 10 tahun juga ada. Sudah melakukan cuci darah,” ujar Agus, Minggu (27/9/2026).

    Keberadaan pasien usia anak tersebut menjadi perhatian sekaligus pengingat pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak lingkungan keluarga. Orang tua dapat berperan dengan membiasakan anak mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan membatasi minuman manis maupun bersoda.

    Agus juga menyoroti kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan secara berlebihan yang perlu menjadi perhatian dalam pola konsumsi sehari-hari, khususnya pada anak.

    Meski demikian, kondisi gagal ginjal pada anak tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor saja. Gangguan ginjal dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, sehingga penyebab pada masing-masing pasien perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis.

    Selain pola konsumsi, anak juga perlu dibiasakan melakukan aktivitas fisik yang cukup dan menjalani pola hidup sehat secara konsisten. Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan kondisi kesehatan anak, terutama apabila terdapat faktor risiko atau riwayat penyakit tertentu.

    Gangguan ginjal pada tahap awal terkadang tidak menunjukkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan medis menjadi penting ketika anak memiliki keluhan, faktor risiko, atau kondisi kesehatan yang membutuhkan penilaian tenaga medis.

    Bagi masyarakat, informasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Orang tua dapat berperan dengan membangun pola hidup sehat sekaligus tidak menunda pemeriksaan medis ketika anak memiliki keluhan atau faktor risiko.

    Edukasi kesehatan ginjal sejak dini diharapkan dapat membantu keluarga lebih memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat dan memperhatikan kondisi kesehatan anak secara berkelanjutan.

    Dengan perhatian dari keluarga serta pemeriksaan medis yang tepat, upaya menjaga kesehatan anak dapat dilakukan secara lebih optimal sejak masa pertumbuhan. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru