Surabaya, 18 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) desa binaan. Bertempat di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (17/10/2026), kegiatan ini berfokus pada pendampingan peternak bebek. Mulai dari pengelolaan pakan lokal hingga demonstrasi pembuatan telur asin.
Hilirisasi Riset Kampus untuk Masyarakat
Ketua Tim Pengmas FKH UNAIR Desa Pesen, drh Suryo Kuncorojakti MVet PhD menyampaikan bahwa Kecamatan Kanor telah diproyeksikan sebagai area garap utama FKH UNAIR. Pada kegiatan ini, sebanyak 25 personel tim pengmas diterjunkan secara serentak di beberapa titik, meliputi Desa Pesen, Tejo, Sedeng, dan Palembon.
drh Suryo menegaskan bahwa kehadiran tim UNAIR bertujuan untuk berbagi pengetahuan serta mengalirkan hasil riset perguruan tinggi agar memberikan dampak langsung bagi warga. Hal ini sejalan dengan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui pengmas ini, ilmu yang telah dikembangkan kampus, kami turunkan ke masyarakat. Kami ingin memberikan keterampilan pengolahan daging dan telur bebek agar nilainya lebih tinggi serta daya simpannya lebih lama ketika produksi melimpah,” ujar drh Suryo.
Lebih lanjut, drh Suryo menambahkan bahwa kegiatan dari FKH UNAIR ini tidak berhenti begitu saja, melainkan siap memberikan pendampingan secara berkelanjutan bagi peternak Desa Pesen. “Jika Bapak dan Ibu memerlukan pendampingan, jangan sungkan disampaikan. InsyaAllah kami siap menyiapkan tim untuk membantu Desa Pesen,” jelasnya.
Dukungan Pemerintah Desa
Apresiasi mendalam datang dari Kepala Desa Pesen, Agus Saputra SAP. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran akademisi FKH UNAIR yang memberikan bimbingan teknis dan pengetahuan baru bagi warganya, khususnya para calon penerima program bantuan ternak bebek.
“Kami sangat bersyukur atas kedatangan tim dari UNAIR. Kehadiran para akademisi ini sangat strategis dan membantu untuk mengedukasi warga kami agar bantuan yang diterima nanti bisa dikelola secara optimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agus Saputra menjelaskan bahwa Desa Pesen mendapatkan alokasi program bantuan bebek untuk dua puluh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ia berharap pembekalan materi pakan hingga pelatihan olahan seperti telur asin dapat berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
“Harapan kami, pelatihan pengolahan pakan dan pembuatan produk olahan ini bisa berjalan berkelanjutan. Semoga ini dapat menjadi ilmu baru dan sumber penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Desa Pesen,” pungkasnya.
Praktik Langsung dan Antusiasme
Selain menyimak pemaparan materi, para peserta yang terdiri dari pengurus PKK dan warga setempat juga diajak melakukan praktik secara langsung, salah satunya demonstrasi pembuatan telur asin. Antusiasme tinggi dirasakan oleh para peserta, termasuk Ketua PKK Desa Pesen, Nandi Sulekhatul Rahmawati.
Nandi mengaku sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan kehadiran tim pengmas FKH UNAIR di desanya. Menurutnya, materi yang diberikan sangat aplikatif dan memberikan wawasan baru bagi warga setempat.
“Kami sangat senang atas ilmu dan bantuan tim UNAIR. Tadi kami bisa praktik langsung membuat telur asin dan pakan ternak. Insya Allah ilmu ini akan kami bagikan kepada masyarakat,” tutur Nandi.
Ia pun berharap program pendampingan dari UNAIR terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan variasi pelatihan yang semakin kaya untuk memberdayakan ibu-ibu PKK di Desa Pesen.
Kegiatan pengmas ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) dan SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.(rin)
