Surabaya, 24 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Tim Patroli Air Jawa Timur melibatkan komunitas arung jeram untuk memperkuat upaya menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran Kali Surabaya. Pelibatan komunitas ini diharapkan meningkatkan kepedulian serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai.
Koordinator Tim Patroli Air Jatim, Imam Rochani, mengatakan, pelibatan komunitas menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Sebelumnya, kegiatan rembuk lingkungan juga melibatkan masyarakat bantaran sungai, pelaku tambangan, dan kalangan industri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak komunitas untuk memahami persoalan sungai sekaligus ikut menjaga dan merasa memiliki sungai. Harapannya, mereka dapat berperan aktif mencegah pencemaran dan menjaga kebersihan Kali Surabaya,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi dan Rembuk Lingkungan Kali Surabaya di kantor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utama, Kamis (22/10/2026).
Menurut Imam, komunitas yang memanfaatkan sungai untuk aktivitasnya memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan patroli air, pembersihan sampah, penanaman, hingga kegiatan pemeliharaan sungai lainnya.
Ia menambahkan, Tim Patroli Air Jatim akan terus memperluas pelibatan berbagai kelompok, termasuk komunitas olahraga dan organisasi kepemudaan. Dengan demikian, kepedulian terhadap sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang beraktivitas dan memperoleh manfaat dari keberadaan sungai.
Imam menegaskan, Kali Surabaya memiliki peran penting sebagai sumber air baku untuk kebutuhan air minum. Karena itu, upaya menjaga kualitas air perlu diperkuat melalui pencegahan pembuangan sampah dan limbah yang mencemari sungai, serta pengawasan terhadap aktivitas yang melanggar ketentuan.
Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Surabaya, Afif Zuchri, menyambut baik kegiatan rembuk lingkungan tersebut. Menurutnya, forum ini memberikan pemahaman kepada pengurus dan atlet arung jeram mengenai pentingnya menjaga sungai yang digunakan untuk aktivitas olahraga sekaligus menopang kebutuhan masyarakat.
Afif menyatakan, FAJI Surabaya siap dilibatkan dalam kegiatan Patroli Air Jatim maupun upaya pemeliharaan sungai. Ia berharap kerja sama lintas instansi dan komunitas dapat terus ditingkatkan agar kegiatan pelestarian lingkungan berjalan berkelanjutan. “Kami berharap ada kerja sama yang baik dan FAJI bisa dilibatkan dalam setiap kegiatan patroli air maupun pemeliharaan sungai. Pengurus dan atlet siap berpartisipasi,” ungkapnya.
Selain mendukung pelestarian lingkungan, Afif juga menyampaikan bahwa Surabaya direncanakan menjadi tuan rumah cabang olahraga arung jeram pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Lokasi pertandingan direncanakan berada di kawasan Kalimas, di sekitar Hotel Novotel Surabaya.
Karena itu, ia berharap koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Perum Jasa Tirta, dapat diperkuat untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pertandingan sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan sungai.
Sementara itu, Pejabat Fungsional dan Analis Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Dedy Trinur Afrianto, menjelaskan, rembuk lingkungan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Patroli Air Jatim untuk menyerap masukan dan membangun komunikasi dua arah dengan para pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut diarahkan pada tiga fokus utama, yakni pelestarian fungsi lingkungan, pencegahan pencemaran, dan pencegahan kerusakan lingkungan sungai.
Melalui pelibatan masyarakat, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, upaya menjaga Kali Surabaya diharapkan semakin terkoordinasi. Kolaborasi tersebut juga menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran bersama bahwa kebersihan dan kualitas sungai merupakan tanggung jawab seluruh pihak. (hjr)
