Surabaya, 23 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Keringat dan perjuangan para atlet serta pelatih yang membela Merah Putih di panggung internasional sudah sepatutnya mendapat apresiasi nyata dan jaminan masa depan. Untuk itulah, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyiapkan beasiswa jenjang sarjana, magister, dan doktor bagi atlet dan pelatih kontingen Indonesia yang berlaga pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Pembebasan biaya pendidikan ini menjadi langkah konkret Unesa dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan, sekaligus merespons capaian impresif tim Merah Putih yang melampaui target dengan raihan 8 medali emas, 8 perak, dan 22 perunggu pada ajang yang berlangsung 18–24 Oktober 2026 tersebut.
Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan menegaskan bahwa negara dan lembaga pendidikan tinggi tidak boleh membiarkan atlet kebingungan menentukan arah karier setelah masa puncaknya di lapangan berakhir.
“Perjuangan mereka mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia adalah pengorbanan luar biasa. Unesa memberikan karpet merah pendidikan agar para atlet, pelatih, dan ofisial memiliki kepastian masa depan akademik pasca-kompetisi,” tegas Cak Hasan.

Skema apresiasi ini mencakup pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk jenjang sarjana. Sementara pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3), Unesa menyediakan jalur yang mengonversi rekam jejak, pengalaman, dan prestasi olahraga tingkat dunia menjadi bobot SKS perkuliahan, tentu dengan skema asesmen yang terukur.
Manfaat kebijakan ini juga dirasakan langsung oleh atlet renang nasional yang merupakan mahasiswa S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa, Mutiara Cantik Hartanto, usai menyumbangkan medali perunggu pada nomor 4×100 meter medley relay 34 points.
Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyambut positif langkah strategis Unesa yang konsisten mendampingi atlet disabilitas Indonesia melalui integrasi prestasi olahraga dan pendidikan tinggi.
Guna memastikan kualitas kualifikasi lulusan, seluruh penerima beasiswa tetap diwajibkan menjaga stabilitas Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan konsistensi pembinaan olahraga selama menempuh studi di Unesa.(her)
