BerandaPendidikanIkuti Program Exchange, Namira Bagikan Pengalamannya Selama Belajar di University of Miyazaki

Ikuti Program Exchange, Namira Bagikan Pengalamannya Selama Belajar di University of Miyazaki

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 29 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga (UNAIR) turut mendukung mahasiswanya untuk merasakan pengalaman berbeda dalam berkuliah, salah satunya melalui program exchange. Hal itu juga dirasakan oleh Rifqi Namiroh Ash Sholihah, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR 2024, yang saat ini sedang melakukan program exchange selama satu tahun di University of Miyazaki, Jepang.

Program exchange yang sedang diikutinya itu adalah Japanese Studies dengan skema University to University. Program ini diselenggarakan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (MEXT).

Kehidupan di University of Miyazaki

Namira mengatakan bahwa ia banyak mengambil kelas dengan pengantar bahasa Jepang yang kebanyakan berisi mahasiswa internasional lainnya. Ia juga mengungkap bahwa lingkungannya sangat mendukung mahasiswa internasional untuk belajar lebih banyak terkait budaya Jepang.

“Dosen-dosennya sangat care, apalagi di Miyazaki itu setiap minggunya selalu ada festival dan kita selalu dapat info dari semua sensei. Jadi, anak-anak exchange ini gak bosan dan dikasih kegiatan terus-menerus,” ungkapnya.

Selama exchange, Namira belum pernah merasa kesulitan dalam berinteraksi dengan mahasiswa Jepang dan mahasiswa internasional lainnya. “Kebetulan aku tinggal di internasional house yang isinya itu campur antara orang Jepang dan orang luar negeri. Setiap ketemu pasti saling menyapa satu sama lain, tetangga yang satu lantai juga baik-baik semua.”

Adaptasi Lingkungan Baru

Namira mengatakan bahwa dirinya masih perlu beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ada di Jepang. Ia juga menyebut bahwa dirinya sempat mengalami semacam culture shock selama berada di sana.

“Karena letak kampusnya itu hampir mendekati hutan dan jauh dari pusat kota, jadi memang difokuskan untuk belajar dan dijauhkan dari segala macam tempat hiburan. Jadi di sekitar kampus dan dorm itu gak ada apa-apa, kalau mau ke mana-mana itu harus naik bis,” jelasnya.

Namira juga mengungkapkan bahwa Jepang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan. “Dosen datang sepuluh menit sebelum kelas dimulai. Bis juga selalu tepat waktu. Kesadaran akan pemilahan sampah juga sangat besar sekali.”

Kesempatan yang Berharga

Namira mengungkapkan bahwa mengikuti exchange bisa membuatnya lebih dewasa karena harus mengurus dan mengatur kehidupannya sendiri. Ia juga sadar bahwa untuk mengaplikasikan suatu bahasa secara efektif adalah dengan datang langsung ke tempat asalnya.

“Saya sadar bahwa bahasa Jepang yang selama ini saya pelajari ternyata sangat kaku, tidak terpakai, dan terlalu textbook. Awalnya saya sering ngobrol di sini itu kaku banget, jadi setiap hari saya mencoba untuk melunakkan bahasa agar tidak terlalu kaku,” tuturnya. Dari pengalamannya itu, Namira sangat merekomendasikan kegiatan exchange kepada mahasiswa UNAIR yang tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya baru. “Sebenarnya kalau kalian tertarik buat exchange, kalian buka aja website AGE UNAIR. Jadi, kalau ada ketertarikan sedikit pun silakan mencari tahu dan mencari informasi sebanyak mungkin,” tutupnya. (rin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru