BerandaUncategorizedJawa Timur Tampilkan Produk UMKM Binaan LAZ dan Layanan Kesehatan Gratis di...

Jawa Timur Tampilkan Produk UMKM Binaan LAZ dan Layanan Kesehatan Gratis di IES 2026

Penulis

Tanggal

Kategori

Jakarta, 31 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Jawa Timur berpartisipasi dalam Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Plaza Bata Merah, Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Jawa Timur menghadirkan berbagai produk olahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sekaligus menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung melalui tim kesehatan LAZ.

Partisipasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Jawa Timur dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah sekaligus memperkenalkan hasil pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang produktif.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan Jawa Timur dalam forum ekonomi syariah nasional tersebut. Meski berhalangan hadir secara langsung, ia berharap partisipasi ini dapat menjadi sarana memperluas pemasaran produk UMKM binaan LAZ serta memperkenalkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Partisipasi Jawa Timur dalam IES 2026 merupakan kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk UMKM binaan LAZ perlu mendapatkan ruang promosi dan akses pasar yang lebih luas agar mampu tumbuh, mandiri, dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara Kementerian Agama, FOZ Jatim, Yatim Mandiri, Taman Zakat dan pelaku UMKM binaan LAZ serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi ekonomi syariah di daerah. Ia juga berharap kehadiran layanan pemeriksaan kesehatan gratis dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang mengunjungi kegiatan tersebut.

IES 2026 mengusung tema besar Meeting Point Ekonomi Syariah Indonesia. Sebagai penyelenggaraan perdana (founding edition), kegiatan ini dirancang menjadi platform strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, menghubungkan peluang usaha dengan sumber permodalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Agama bersama Badan Pengelola Masjid Istiqlal dan sejumlah pemangku kepentingan. Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka kegiatan yang diinisiasi Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama tersebut, Jumat (30/10/2026). Sejumlah kepala kantor wilayah Kementerian Agama dari berbagai provinsi, pimpinan lembaga keuangan syariah, perwakilan perguruan tinggi Islam, serta jajaran Badan Pengelola Masjid Istiqlal turut hadir.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai salah satu simpul strategis penggerak ekonomi umat. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi syariah, mulai dari populasi muslim yang diperkirakan mencapai 240 juta jiwa, kekayaan sumber daya alam, hingga jaringan masjid dan musala yang tersebar di berbagai wilayah.

Potensi tersebut, lanjutnya, perlu diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sektor pertanian, perikanan, dan komoditas pangan, misalnya, memiliki peluang besar menjadi penopang kemandirian ekonomi apabila dikembangkan secara terintegrasi, didukung akses pasar, serta memperoleh pembiayaan yang memadai.

Salah satu langkah strategis yang disampaikan adalah memperluas fungsi masjid, tidak hanya sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan dan pengembangan usaha masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan wakaf produktif, pengembangan kegiatan usaha berbasis komunitas, hingga pendirian minimarket yang dikelola melalui ekosistem masjid.

Dengan pendekatan tersebut, masjid diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas spiritual sekaligus simpul kegiatan ekonomi yang mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

IES Forum & Expo 2026 menghadirkan pameran dan forum diskusi yang mencakup delapan dimensi utama ekonomi syariah, meliputi keuangan dan permodalan syariah, ekonomi digital, industri halal, gaya hidup Muslim, ekonomi hijau, serta pengembangan sumber daya manusia dan sektor strategis lainnya.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat menjembatani potensi ekonomi syariah yang selama ini tersebar di berbagai sektor dan institusi melalui kolaborasi nyata. Sebagai keberlanjutan agenda penguatan ekonomi syariah nasional, Kementerian Agama telah menetapkan Jawa Barat sebagai tuan rumah IES Forum & Expo 2027.(her)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru