BerandaUncategorizedPembongkaran Bangunan Kalianak Tahap IV Ditarget Rampung Akhir November 2026

Pembongkaran Bangunan Kalianak Tahap IV Ditarget Rampung Akhir November 2026

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 2 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat normalisasi ruang Sungai Kalianak melalui pembongkaran bangunan yang berada di sepanjang aliran sungai. Memasuki Tahap IV, proses pembongkaran di wilayah Kecamatan Krembangan dan Asemrowo ditargetkan rampung pada akhir November 2026.

Pembongkaran Tahap IV ini mencakup dua sisi wilayah, yakni Krembangan dan Asemrowo, dengan panjang penanganan mencapai sekitar 790 meter. Tahapan sosialisasi, penandaan bangunan, hingga penyampaian surat peringatan pertama (SP1), kedua (SP2), dan ketiga (SP3) telah dilakukan sebelum pembongkaran berlangsung.

Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa mengatakan, progres pembongkaran di sisi Krembangan telah mencapai sekitar 50 persen. “Yang di sisi Krembangan itu sudah hampir 50 persen. Dari lima RT, kita sudah 2,5 RT yang Krembangan, tinggal 2,5 RT lagi,” kata Mudita, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, pembongkaran di sisi Asemrowo telah mencapai sekitar 30 persen. Pemkot Surabaya telah melakukan pembongkaran di kawasan tersebut selama hampir dua pekan. “Yang sisi Asemrowo ini masih sekitar 30 persen, kurang lebih hampir dua minggu kita lakukan pembongkaran,” ujarnya.

Mudita menjelaskan, penanganan normalisasi Sungai Kalianak Tahap IV berada pada STA 2.060 hingga STA 2.850 atau sepanjang kurang lebih 790 meter. Jika proses berjalan lancar, seluruh pembongkaran ditargetkan selesai pada akhir November 2026. “Untuk tahap IV ini kalau lancar insyaallah target (pembongkaran) selesai akhir November 2026,” jelasnya.

Selain pembongkaran bangunan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan penguatan konektivitas saluran air di ujung kawasan Kalianak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air menuju Bozem Morokrembangan.

Mudita menyebut, saat ini sudah terdapat saluran penghubung menuju kawasan tersebut yang melewati saluran milik Jasa Marga. Namun, kapasitas saluran yang ada dinilai masih perlu diperbesar agar mampu menampung aliran air secara lebih optimal.

“Sudah ada connecting-nya, itu masuk di salurannya milik Jasa Marga tapi kecil, sekitar 2 meter, mungkin enggak sampai. Nah, itu kan nanti alirannya biar lebih lancar,” paparnya.

Menurut dia, saluran di kawasan Kalianak menyempit menjadi sekitar 2 meter pada bagian penghubung. Karena itu, diperlukan penyesuaian kapasitas agar tidak terjadi penyempitan aliran. “Kita (saluran) dari ujung itu 6 meter, lalu mengecil menjadi 2 meter, sehingga pembesaran salurannya itu harus dilebihkan,” katanya.

Dalam rencana pengerjaannya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya akan mengawali pembangunan saluran penghubung menggunakan box culvert di area jalan paving. Selanjutnya, pekerjaan akan berlanjut ke area yang menjadi kewenangan Jasa Marga.

“Mungkin nanti rencananya di jalan paving itu dikasih box culvert. Terus masuk ke lahannya Jasa Marga. Nah itu Jasa Marga nanti yang jalan,” imbuhnya.

Mudita menegaskan, normalisasi Sungai Kalianak menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir Kota Surabaya. Aliran air dari kawasan tersebut terhubung dengan sejumlah titik penampungan dan saluran, mulai dari Bozem Morokrembangan hingga Tanjungsari. “Karena kan Kalianak ini masuk dalam sistem pengendalian banjirnya Kota Surabaya. Dia (alirannya) lari ke mana-mana, Morokrembangan sampai Tanjungsari,” pungkasnya.(riz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru