Surabaya, 1 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Imbauan BMKG akan adanya potensi cuaca ekstrem saat musim pancaroba mendatang langsung direspons jajaran PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Timur & Bali (JBM).
Guna mengantisipasi potensi ancaman ini, jajaran managerial PLN UIT JBM pun melakukan kunjungan ke Kantor BPBD Jatim, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan yang dipimpin Senior Manager Pengembangan Sistem Transmisi, I Made Sugata Merta ini disambut Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Jatim, Satriyo Nurseno. Hadir juga Manager K3L & KAM PLN UIT JBM Eko Supriyanto.
Dalam pertemuan ini, digagas kolaborasi bersama terkait mitigasi risiko bencana dan ancaman kebakaran terhadap aset-aset ketenagalistrikan yang menjadi obyek vital nasional.
Menurut Eko, sebagian besar aset transmisi dan jaringan PLN berada di area terbuka, seperti kawasan persawahan, lahan, dan hutan, sehingga sangat rentan terhadap dampak potensi cuaca ekstrem serta kebakaran lahan.
Karenanya, diperlukan kolaborasi bersama untuk mengamankan aset-aset nasional tersebut dari dampak bencana kebakaran lahan maupun cuaca ekstrem. Utamanya, mencegah dampak kebakaran pada infrastruktur vital PLN, seperti trafo, tower transmisi, dan peralatan pendukung lainnya, demi menjaga keandalan pasokan listrik.
Kabid KL BPBD Jatim, Satriyo Nurseso, pun merespon baik rencana kolaborasi ini. Ia pun meminta pihak PLN untuk menginformasikan peta persebaran lokasi aset PLN di wilayah Jawa Timur, khususnya titik-titik yang rawan kebakaran, baik yang berada di area permukiman, maupun di area hutan dan lahan.
Nantinya, kolaborasi ini akan diinformasikan ke BPBD Kabupaten/kota agar bisa menjadi atensi bersama, utamanya terkait info titik panas (hotspot) saat terjadi kebakaran di dekat wilayah PLN.
“Ini penting untuk membagi kewenangan penanganan kebakaran di daerah, sekaligus membuat sistem pelaporan agar kejadian kebakaran yang terjadi di dekat lokasi jaringan listrik PLN bisa segera ditangani,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2026). (pca)
