Lumajang, 17 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Penguatan organisasi petani hingga tingkat kecamatan menjadi salah satu langkah untuk mempererat komunikasi antara petani dan pemerintah dalam menghadapi tantangan sektor pertanian. Di Kabupaten Lumajang, penguatan tersebut ditandai dengan pengukuhan 21 ketua dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk masa bakti 2026–2031.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengukuhkan para pengurus tersebut di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (16/10/2026). Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum bagi HKTI untuk memperkuat perannya sebagai wadah aspirasi petani sekaligus mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan pertanian.
Dalam laporannya, Muhamad Jamaludin menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus PAC di 21 kecamatan merupakan bentuk komitmen organisasi untuk memperkuat kelembagaan petani hingga tingkat kecamatan.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik, menampung aspirasi petani, serta berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian di Kabupaten Lumajang.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Jawa Timur, Arum Sabil, menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan peneguhan amanah dan penyamaan harapan bagi petani Indonesia, khususnya di Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, tantangan pertanian membutuhkan sinergi antara petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan kerja sama menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Mari berjabat tangan, satukan ilmu dan teknologi demi mewujudkan kedaulatan pangan. Jadikan HKTI sebagai rumah bagi para petani. Dari petani Lumajang, kita wujudkan Indonesia yang berdaulat pangan,” pesannya.
Bupati Indah Amperawati menyampaikan selamat kepada seluruh ketua dan pengurus PAC HKTI yang telah dikukuhkan. Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dapat memberikan manfaat bagi petani di masing-masing kecamatan.
Bupati juga menyoroti dukungan sarana pertanian yang telah diterima Kabupaten Lumajang, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan). Menurutnya, fasilitas tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pertanian dan mendukung upaya peningkatan produktivitas.
“Saya berharap seluruh bantuan dan fasilitas pertanian yang telah diberikan kepada Kabupaten Lumajang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadikan dukungan tersebut sebagai penyemangat untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan,” ujar Bupati.
Selain pemanfaatan sarana pertanian, HKTI diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyerap aspirasi petani, mengidentifikasi persoalan di lapangan, serta mendorong pembahasan solusi sesuai kebutuhan masyarakat pertanian.
Dengan terbentuknya kepengurusan PAC HKTI di 21 kecamatan, saluran komunikasi antara organisasi petani dan pemerintah diharapkan semakin kuat. Peran tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung agenda kedaulatan pangan nasional. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
