Surabaya, 17 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur untuk mempertegas komitmennya terhadap pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Komitmen tersebut disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (17/8/2026). Upacara diikuti seluruh pegawai dengan suasana penuh semangat kebangsaan dan kebersamaan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni. Momentum 17 Agustus harus menjadi penguat tekad seluruh jajaran untuk memastikan program pembangunan keluarga dan kependudukan benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dalam rangkaian peringatan HUT RI tahun ini, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur juga menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan pegawai dan keluarga. Kegiatan tersebut antara lain lomba bernuansa kekeluargaan serta jalan sehat yang dilaksanakan di lingkungan kantor.

Kegiatan kebersamaan itu sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pelaksanaan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), SIDAYA (Lansia Berdaya) serta Super App.
Menurut Shodiqin, kelima program tersebut membutuhkan dukungan seluruh jajaran agar tidak berhenti sebagai program kelembagaan, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata keluarga Indonesia.
Di tengah penguatan program pembangunan keluarga, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur juga terus memberikan perhatian serius terhadap percepatan penurunan stunting. Salah satu fokus intervensi diarahkan kepada kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), serta baduta dan balita.
Intervensi dilakukan melalui pendampingan keluarga serta pemberian makanan bergizi, termasuk Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) dan makanan bergizi lainnya bagi kelompok sasaran. Pendekatan tersebut diarahkan agar pemenuhan gizi tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan edukasi dan pendampingan berjalan secara berkelanjutan.
“Kami pastikan distribusi berjalan sesuai SOP dan Peraturan Presiden. Tim Pendamping Keluarga (TPK) tidak hanya mengantarkan makanan, tetapi juga memberikan edukasi gizi memastikan makanan bergizi berprotein benar-benar dikonsumsi oleh sasaran yang tepat, tidak salah alamat, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh ibu hamil, ibu menyusui, maupun anak balita,” tegas Shodiqin.
Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam setiap pelaksanaan intervensi. Pengawasan distribusi dilakukan agar bantuan pangan bergizi benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan dan dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai kelompok sasaran.
Masukan dari masyarakat mengenai pelaksanaan program juga menjadi perhatian. Kemendukbangga/BKKBN Jatim memastikan setiap tahapan distribusi diawasi sehingga hak penerima manfaat dapat diterima secara tepat. Pemberian makanan yang dilakukan secara bergantian setiap hari juga diharapkan tetap mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian keluarga sasaran melalui pengaturan asupan yang berkelanjutan.
Selain mengangkat isu pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting, upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan BKKBN Jatim juga berlangsung dalam nuansa keberagaman budaya.
Mengikuti Surat Edaran Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Busana adat pria mengenakan beskap Teluk Belanga, sementara para perempuan tampil dalam busana adat Nusantara bernuansa merah putih. Keberagaman busana tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan budaya justru menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Bagi Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, peringatan kemerdekaan tahun ini pada akhirnya bukan sekadar perayaan. Semangat 81 tahun Indonesia merdeka diterjemahkan menjadi dorongan untuk memperkuat kerja nyata dalam membangun keluarga yang sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera.
Dengan penguatan lima program prioritas serta intervensi yang semakin terarah kepada sasaran 3B, Kemendukbangga/BKKBN Jatim menegaskan bahwa perjuangan membangun kualitas sumber daya manusia dimulai dari keluarga dan perang melawan stunting harus dilakukan secara tepat sasaran, terukur, berkelanjutan serta melibatkan seluruh unsur masyarakat.(her)
