Surabaya, 15 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pelantikan Pengurus Besar (PB) Porbikawa, Pengprov Porbikawa Jawa Timur, dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Timur periode 2026–2030 diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet, konsolidasi organisasi, serta meningkatkan prestasi karate Jawa Timur di tingkat nasional hingga internasional.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, SSTP, MSi, CIPA, yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam prosesi pelantikan di Empire Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Dalam sambutannya, Hadi Wawan menegaskan, pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal tanggung jawab besar dalam memajukan olahraga karate, membina atlet, memperkuat organisasi, dan membawa nama Jawa Timur semakin berprestasi.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab. Ada tugas besar yang harus dijalankan, yaitu memajukan karate, membina atlet, menguatkan organisasi, dan membawa nama Jawa Timur semakin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurutnya, karate tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertanding, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. Nilai disiplin, keberanian, pengendalian diri, sportivitas, serta semangat pantang menyerah menjadi bagian penting yang harus terus ditanamkan melalui pembinaan karate.
Karena itu, pembinaan karate di Jawa Timur perlu dilakukan secara menyeluruh. Orientasinya tidak semata-mata mencetak juara, tetapi juga melahirkan generasi muda yang tangguh, sportif, rendah hati, dan memiliki karakter kuat.
Hadi Wawan menyebut Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga karate. Potensi tersebut didukung keberadaan kabupaten/kota, dojo, klub, pelatih, serta atlet-atlet muda yang memiliki talenta dan peluang untuk terus berkembang.
“Tugas kita sekarang adalah membuat potensi itu menjadi prestasi. Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi dari proses panjang, latihan yang konsisten, pelatih yang sabar, organisasi yang kuat, serta kolaborasi yang terus dijaga,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada jajaran PB Porbikawa, Pengprov Porbikawa Jatim, dan Pengprov FORKI Jawa Timur yang baru dilantik agar tidak berhenti pada seremoni. Kepengurusan baru diharapkan segera menghadirkan program dan kerja nyata yang menyentuh langsung kebutuhan atlet, pelatih, dojo, klub, hingga generasi muda.
“Setelah hari ini, pekerjaan sesungguhnya dimulai. Saya ingin FORKI Jawa Timur hadir lebih dekat dengan para atlet, dekat dengan para pelatih, dekat dengan dojo-dojo di daerah, dan yang tidak kalah penting dekat dengan generasi muda,” katanya.
Lebih lanjut, karate didorong semakin memasyarakat dan tidak hanya dikenal ketika kejuaraan berlangsung. Pembinaan dapat diperluas melalui sekolah, lingkungan masyarakat, klub olahraga, maupun berbagai ruang pembinaan generasi muda.
Menurut Hadi Wawan, penguatan prestasi juga membutuhkan kolaborasi seluruh elemen olahraga. PB FORKI, Pengprov, KONI, Pengkab/Pengkot, klub, dojo, pelatih, wasit, juri, orang tua, dan atlet perlu bergerak dalam satu visi dan semangat yang sama.
“Dalam dunia olahraga, kita boleh berbeda pendapat, boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita terpecah. Target kita sama, target kita adalah prestasi, pembinaan atlet, dan membanggakan Jawa Timur dan Indonesia,” ungkapnya.
Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PB Porbikawa, Pengprov Porbikawa Jatim, dan Pengprov FORKI Jawa Timur yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu menunjukkan kerja nyata dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi karate.
“Mari kita bangun karate Jawa Timur yang semakin maju, semakin berprestasi, semakin profesional, dan semakin dicintai masyarakat. Semoga dari dojo-dojo di Jawa Timur lahir juara-juara baru, atlet-atlet nasional, dan juara dunia yang membawa Merah Putih berkibar di panggung internasional,” pungkasnya.(her)
