Surabaya, 15 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Sebanyak 280 anak dari tingkat usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Khitan Massal bertajuk “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat, Ceria, dan Berakhlak”
yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bangga Surabaya Peduli (BSP) bertempat di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor, Sabtu (15/8/2026). Tidak hanya ditujukan bagi warga beragama Islam, program layanan kesehatan ini juga terbuka dan diikuti oleh anak-anak non-Muslim di Kota Pahlawan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Usai pembukaan, Wali Kota Eri didampingi Ketua TP-PKK, Rini Indriyani meninjau lokasi pelaksanaan khitan dan berinteraksi langsung dengan para peserta untuk memberikan semangat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa khitan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial serta implementasi nilai gotong royong dalam program Kampung Pancasila. Pemkot Surabaya bersama DWP berupaya hadir membantu warga yang memiliki keterbatasan biaya untuk mengkhitankan putranya.
“Ada seorang bapak yang cerita, anaknya ingin sunat sejak kelas 3 SD tapi baru terealisasi di kelas 4 ini karena terkendala biaya. Melalui kolaborasi DWP, Baznas, dan Bangga Surabaya Peduli, Alhamdulillah kegiatan gratis ini bisa terlaksana,” ujar Wali Kota Eri ditemui usia acara.
Wali Kota Eri juga mengapresiasi peran DWP Kota Surabaya yang menjadi ujung tombak suksesnya acara sosial tahunan ini. Menurutnya, sinergi antara Perangkat Daerah (PD), DWP, hingga PKK sangat krusial dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dharma Wanita ini adalah ujung tombak. Apakah Pemkot itu menjadi baik atau mengerjakan hal-hal yang baik, ujung tombaknya adalah istri-istri dari pegawai negeri di lingkungan Pemkot Surabaya,” tegas Wali Kota Eri.
Momen menarik terjadi saat Wali Kota Eri menyapa peserta di dalam ruangan. Ia berinteraksi dengan Akbar, murid kelas 2 SDN Banyu Urip 3 Surabaya yang tampil berani tanpa rasa takut. Polah polos Akbar yang mengaku berani disunat demi mendapat uang jajan mencairkan suasana dan mengundang gelak tawa para undangan.
Melihat keberanian Akbar, Wali Kota Eri menyoroti pentingnya peran orang tua, khususnya kehadiran seorang ayah dalam mendampingi dan memberikan rasa percaya diri kepada anak saat menjalani proses khitan.“Seorang anak itu bisa berinteraksi dan berani, pasti ada seorang ayah yang sering mendampingi dia. Di sinilah peran ayah berperan untuk memberikan keberanian bagi seorang anak,” pesan Wali Kota Eri.

Dari sisi medis, pelaksanaan khitan ditangani secara profesional oleh tim medis. Pemkot Surabaya memastikan adanya pengawasan dan pemeriksaan kesehatan lanjutan (post-care) bagi seluruh peserta melalui Puskesmas di wilayah masing-masing hingga masa pemulihan selesai.“Kami berharap masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya dan kepedulian sosial di Kota Surabaya bisa terus terjaga,” tandas Wali Kota Eri.
Sementara itu, Ketua DWP Kota Surabaya, Dameria Triana Ambuwaru melaporkan bahwa kegiatan tahunan ini bertujuan untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesehatan anak-anak sejak dini.“Momentum kemerdekaan kami maknai bukan sekadar peringatan, tetapi juga kesempatan memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong. Membangun generasi masa depan bukan hanya tentang pendidikan, melainkan juga memastikan mereka tumbuh dalam kondisi yang sehat,” ujar Dameria.
Ia menjelaskan, pelaksanaan khitan massal ini berlangsung mulai pukul 06.30 WIB dengan melibatkan sekitar 105 tenaga medis dari RSUD dr. Soewandhie, RSUD Eka Candrarini (EC), Puskesmas Sukomanunggal. “Dengan sinergi ini, kami menargetkan proses khitan untuk 280 anak bisa selesai pada siang hari,” katanya.
Terkait jumlah peserta, Dameria mengungkapkan bahwa dari total 280 anak yang berpartisipasi, terdiri dari peserta Non-Muslim 10 anak dan Muslim sebanyak 270 anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terus memberikan manfaat nyata, membantu meringankan beban orang tua, serta mencetak generasi muda Surabaya yang sehat jasmani, ceria, dan berkarakter mulia,” pungkasnya. (del)
