More
    BerandaUncategorizedKolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat Lahirkan Inovasi Pemberdayaan Berdampak Nyata

    Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat Lahirkan Inovasi Pemberdayaan Berdampak Nyata

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Bojonegoro 1 Juli 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus melahirkan inovasi pemberdayaan yang berdampak nyata di Kabupaten Bojonegoro. Melalui pengelolaan lingkungan, optimalisasi lahan pekarangan, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, masyarakat berhasil menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

    Salah satu wujud nyata keberhasilan tersebut terlihat di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, yang sukses mengembangkan wisata edukasi petik anggur melalui Green House Anggur milik Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSMKH) binaan PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Program ini merupakan hasil sinergi pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan PEPC dalam mengoptimalkan lahan pekarangan sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

    Ketua BSMKH, Mas Ujang, menjelaskan bahwa pengembangan kebun anggur tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menerapkan konsep ekonomi sirkular. Limbah rumah tangga diolah menjadi pupuk organik untuk budidaya anggur, dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, bahkan menjadi solusi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat.

    Green house tersebut menghadirkan beragam varietas anggur premium dari berbagai negara, di antaranya Everest dari Amerika Serikat, Ilaria dari Italia, Pottergistrum dari Austria, Malika, Cherny Crystal, dan Gosvi dari Rusia, serta Basanti dari India. Keberagaman varietas ini menjadi daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat dan petani untuk mengenal budidaya anggur unggulan yang berpotensi dikembangkan di Bojonegoro.

    Saat menghadiri panen raya sekaligus petik perdana anggur, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang telah menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

    “Hari ini kita panen anggur di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Ini merupakan contoh yang sangat baik tentang sinergi dan kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta Pertamina PEPC yang memberikan pendampingan dan pelatihan hingga mampu membawa BSMKH dikenal sampai tingkat internasional,” ujarnya.

    Cantika berharap keberhasilan Desa Sendangrejo dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bojonegoro.

    “Harapan kami, desa maupun kecamatan lainnya dapat menjadikan program ini sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan sampah sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

    Selain sektor pertanian dan lingkungan, pemberdayaan masyarakat juga berkembang melalui ekonomi kreatif. Salah satunya ditunjukkan oleh Afida Batik, UMKM yang dirintis Nur Afida sejak mengikuti program pemberdayaan perempuan yang diinisiasi ExxonMobil pada tahun 2015.

    Berbekal pelatihan dan semangat berwirausaha, Afida Batik kini berkembang menjadi salah satu pelaku ekonomi kreatif yang konsisten mengangkat identitas Bojonegoro melalui beragam motif batik khas daerah.

    “Batik ini awalnya merupakan program pemberdayaan perempuan dari ExxonMobil. Alhamdulillah sampai sekarang masih terus berkembang. Karena saya juga mengajar, membangun relasi dan memperluas pemasaran menjadi lebih mudah,” tutur Nur Afida.

    Afida Batik menghadirkan berbagai motif yang terinspirasi dari kekayaan lokal Bojonegoro, seperti Kayangan Api, daun jati, hingga potensi sumber daya alam daerah. Motif Kayangan Api menjadi produk unggulan yang paling diminati karena merepresentasikan salah satu ikon wisata Kabupaten Bojonegoro.

    Meski penjualannya bersifat musiman, terutama saat tahun ajaran baru, usaha tersebut mampu mencatat omzet rata-rata sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan.

    Keberhasilan Green House Anggur BSMKH dan Afida Batik menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang dijalankan secara berkelanjutan mampu melahirkan masyarakat yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan, pelestarian lingkungan, serta penguatan potensi lokal menuju Bojonegoro yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (exo)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru