More
    BerandaEkonomiBI Proyeksikan Ekonomi Jatim 2026 Tumbuh Lebih Kuat, Inflasi Tetap Terkendali

    BI Proyeksikan Ekonomi Jatim 2026 Tumbuh Lebih Kuat, Inflasi Tetap Terkendali

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 28 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom -Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Jawa Timur pada tahun 2026 akan tetap tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme tersebut ditopang oleh menguatnya permintaan domestik dan eksternal, sementara inflasi diproyeksikan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional.

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, Selasa (28/7/2026), mengatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2026 diprakirakan berada pada kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen (year on year/yoy).

    “Prospek ekonomi Jawa Timur pada tahun 2026 tetap positif. Penguatan konsumsi masyarakat, peningkatan investasi, dan membaiknya kinerja ekspor menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika perekonomian global,” ujar Rifki.

    Ia menjelaskan, dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi akan didukung oleh membaiknya konsumsi swasta, meningkatnya investasi, serta kinerja ekspor yang diperkirakan semakin kuat. Ketiga komponen tersebut menjadi motor utama yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sepanjang tahun.

    Sementara itu, dari sisi penawaran, sektor perdagangan dan industri pengolahan diprakirakan mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Peningkatan tersebut sejalan dengan prospek membaiknya konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi di berbagai sektor ekonomi.

    Menurut Rifki, kondisi eksternal yang relatif kondusif juga memberikan peluang bagi Jawa Timur untuk memperkuat kinerja ekonominya. Membaiknya perekonomian sejumlah negara mitra dagang strategis diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap produk ekspor Jawa Timur sekaligus mendorong pertumbuhan investasi, khususnya investasi nonbangunan.

    Selain itu, sektor konstruksi diproyeksikan kembali tumbuh lebih kuat pada tahun 2026. Hal tersebut didorong oleh berlanjutnya pembangunan infrastruktur pemerintah maupun swasta, percepatan pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK), serta mulai terealisasinya secara penuh berbagai program strategis pemerintah yang telah disiapkan sejak tahun 2025.

    “Berlanjutnya proyek-proyek strategis tersebut diharapkan memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi, meningkatkan investasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja di Jawa Timur,” kata Rifki.

    Di samping prospek pertumbuhan ekonomi yang positif, Bank Indonesia juga memperkirakan inflasi Jawa Timur sepanjang tahun 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen (yoy).

    Rifki menjelaskan, stabilitas inflasi didukung oleh ketersediaan pasokan berbagai komoditas pangan strategis, seperti beras, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Kondisi cuaca yang diprakirakan tetap kondusif akan mendukung peningkatan produksi sehingga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

    Selain faktor pasokan, penguatan ketahanan pangan juga didukung melalui berbagai inisiatif pemerintah, termasuk Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di seluruh wilayah Jawa Timur.

    “Sinergi pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui koordinasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sehingga langkah-langkah antisipatif dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.

    Rifki menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, mendorong investasi, memperkuat daya saing ekspor, dan mengendalikan inflasi.

    “Dengan dukungan permintaan domestik yang kuat, prospek ekspor yang membaik, investasi yang terus meningkat, serta inflasi yang tetap terkendali, kami optimistis perekonomian Jawa Timur pada tahun 2026 akan tumbuh semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (jal)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru