Surabaya, 29 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Mahasiswa UNAIR kembali menorehkan prestasi dalam perlombaan kejepangan. Amjad Fatih Ramadhan, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang 2025, berhasil meraih juara dua lomba Speech Taikai dalam event Aotake Matsuri. Kompetisi yang diselenggarakan oleh USU itu sebelumnya telah diumumkan secara daring pada Sabtu (24/10/2026).
Speech Taikai merupakan lomba berpidato dalam bahasa Jepang yang menilai pelafalan, ekspresi, dan postur tubuh sebagai poin utamanya. Lomba yang diikuti oleh Amjad tersebut diikuti oleh beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Berbekal Pengalaman Ketika SMA
Amjad mengatakan bahwa lomba yang diikutinya itu tidak memiliki batasan level bahasa Jepang tertentu. Ia menyebut bahwa dirinya menampilkan sebuah pidato yang membahas perspektif mahasiswa terhadap kebudayaan Jepang.
“Saya sudah ada pengalaman di SMA berupa pidato, entah itu dari orasi OSIS, MPK, ataupun lomba yang diikuti saat SMA. Jadi, sekarang pun menerapkan hal tersebut ke dalam lomba Speech Taikai itu,” katanya.
Lomba Speech Taikai merupakan kali pertama bagi Amjad dalam mengikuti lomba bidang kejepangan. Sebelumnya, ia hanya berfokus pada lomba bidang lain. “Saya gak hanya sekedar mencari pengalaman juara, tetapi juga berburu SKP. Jadi, saya ingin mengumpulkan poin tersebut sebanyak mungkin.”
Persiapan Secara Singkat
Persiapan yang dilakukan Amjad terbilang singkat, mengingat dirinya baru mengetahui keberadaan lomba tersebut di hari-hari akhir menjelang penutupan. Ia juga mengatakan bahwa pembuatan naskah pidatonya itu dibuat secara teliti selama seharian penuh.
“Untuk persiapan saat pertama kali itu sulit karena harus bisa merangkai kata-kata dalam bahasa Jepang yang bisa ditangkap pesannya. Soalnya pidato sendiri tidak bisa asal-asalan dalam berbicara karena ada teknik dan peraturannya sendiri,” ungkapnya.
Dalam hal ni, Amjad mengatakan bahwa ia cukup terbantu dengan hadirnya mata kuliah kaiwa dan bunpou yang ada di prodinya itu. Ia merasa bahwa kedua mata kuliah tersebut sangat membantunya, terutama dalam proses pembuatan naskah pidato. Perlombaan kali ini menjadi pengalaman yang berharga bagi Amjad, ia memiliki harapan untuk bisa mengikuti lomba di bidang lainnya. “Kunci utamanya itu tidak perlu takut menang atau kalah karena itu bisa membentuk sikap dan mental kita untuk lomba kedepannya,” tutupnya.(rin)
