Bojonegoro, 1 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar kegiatan dialog dan penyerapan aspirasi masyarakat melalui agenda “Medhayoh Bupati” yang berlangsung di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kamis (1/10/2026).
Mengusung fokus utama pada penguatan konektivitas infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan, Bupati Setyo Wahono hadir secara langsung bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendengarkan masukan warga sekaligus menyampaikan arah kebijakan dan program strategis prioritas Pemkab Bojonegoro.
Pada sektor infrastruktur, Pemkab Bojonegoro memaparkan alokasi anggaran P-APBD 2026 sekitar Rp4,8 miliar untuk rekonstruksi jalan ruas Desa Boti, percepatan penanganan jalur Napis-Tawaran serta Napis-Watujago sepanjang 7 km, pengerjaan jembatan darurat Koripan, hingga pelaksanaan 25 titik kegiatan fisik yang mencakup jalan, jembatan, drainase, dan TPT. Guna mendukung percepatan pengerjaan di tingkat desa, skema penyaluran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2026 disederhanakan menjadi satu kali tahap pencairan demi kelancaran administrasi.
Di bidang pendidikan, Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam perluasan dan pemerataan akses beasiswa daerah, meliputi Beasiswa Prestasi, Program Satu Desa 10 Sarjana, beasiswa pondok pesantren, hingga bantuan tugas akhir sebesar Rp2,5 juta.
Selain itu, melalui P-APBD mengucur bantuan Rp1.000.000 per anak bagi 2.937 siswa SLTA/SMK kurang mampu desil 1-5, seraya terus berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait kejelasan tata kelola pembiayaan sekolah negeri dan swasta.
Dalam sesi dialog interaktif, pimpinan daerah merespons langsung berbagai usulan masyarakat, mulai dari kepastian insentif marbot dan takmir, percepatan pencairan BPDGS Madrasah, pembenahan verifikasi data penerima bansos sembako, pengalihan santunan duka menjadi perlindungan BPJS Ketenagakarjaan bagi petani rentan, ketersediaan pupuk, hingga pengawasan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pelaksanaan agenda Medhayoh ini diharapkan menjadi wadah komunikasi dua arah yang efektif dalam mengawal pembangunan Bojonegoro yang responsif, tepat sasaran, dan berkelanjutan”:ucapnya.
Tak hanya itu, di Tambakrejo Bupati Setyo Wahono juga mengunjungi SMPN 1 Tambakrejo untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah bangunan sekolah yang mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan.
Setyo Wahono memastikan kondisi tersebut akan ditindaklanjuti melalui alur penanganan yang sesuai bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, termasuk upaya revitalisasi infrastruktur sekolah agar lingkungan belajar siswa semakin aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan.
Kedekatan dengan masyarakat juga dilanjutkan Setyo Wahono melalui dialog langsung bersama warga di kawasan Taman Embung Napis.
Di tengah perjalanan, Bupati menyempatkan berhenti dan berbincang dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi serta kondisi yang mereka hadapi.
Pada kesempatan tersebut, Setyo Wahono juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Melalui Medhayoh Bupati, Pemkab Bojonegoro terus membangun pola komunikasi yang lebih dekat, terbuka, dan responsif dengan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan menjadi bahan untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan semakin luas.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus hadir, mendengar, dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat secara bertahap sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan daerah.(exo)
