Mekkah 6 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Gua Hira di puncak Jabal Nur selama ini dikenal sebagai lokasi bersejarah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Namun, di balik peristiwa besar yang menjadi awal penyebaran Islam tersebut, tersimpan kisah keteladanan tentang cinta, kesetiaan, dan pengorbanan Siti Khadijah RA yang patut menjadi inspirasi sepanjang masa.
Suasana itu dirasakan rombongan jamaah haji KBIH Bryan Makkah yang melakukan pendakian menuju Gua Hira pada Jumat (5/6/2026) malam. Kegiatan dipimpin langsung Pengasuh KBIH Bryan Makkah, KH Much. Imam Chambali, sebagai bagian dari perjalanan spiritual untuk mengenang jejak perjuangan Rasulullah SAW.
Perjalanan dimulai dari kawasan sekitar Masjidil Haram menuju Jabal Nur yang berjarak kurang lebih tujuh kilometer. Dengan menggunakan bus, rombongan menempuh perjalanan sekitar 25 menit sebelum tiba di area kaki gunung.
Setibanya di lokasi, jamaah disambut suasana kawasan yang ramai dengan berbagai pusat perbelanjaan dan kios yang menjual aneka cendera mata, pakaian, parfum, hingga kuliner khas Timur Tengah. Bagi jamaah lanjut usia atau yang tidak memungkinkan melakukan pendakian, area tersebut menjadi tempat beristirahat sambil menikmati suasana malam Kota Makkah.
Sebelum memulai pendakian, KH Imam Chambali berpesan kepada jamaah agar memanfaatkan momentum spiritual tersebut untuk memperbanyak doa.

“Ketika sampai di Gua Hira, bacalah Surat Ibrahim ayat 40 dan berdoalah agar anak-anak serta keturunan kita menjadi generasi yang saleh, taat beragama, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Pendakian menuju puncak Jabal Nur diawali dengan jalur yang relatif mudah dilalui. Namun, semakin mendekati puncak, medan berubah menjadi lebih terjal dan sempit sehingga jamaah harus berjalan secara bergantian dengan para peziarah yang turun dari atas.
Meski cukup menguras tenaga, semangat jamaah tetap terjaga hingga akhirnya mencapai puncak setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam. Dari ketinggian tersebut, hamparan Kota Makkah tampak memukau dengan cahaya lampu yang menerangi malam, sementara Menara Jam Makkah terlihat berdiri megah sebagai penanda kawasan Masjidil Haram.
Gua Hira yang menjadi tujuan utama pendakian ternyata memiliki ukuran yang sederhana dan hanya mampu menampung dua orang dewasa. Namun dari tempat yang sempit itulah sejarah besar peradaban Islam bermula ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, Surat Al-Alaq.
Keheningan di puncak Jabal Nur menghadirkan ruang refleksi bagi jamaah tentang perjuangan Rasulullah SAW dalam mencari petunjuk Allah SWT. Pada saat yang sama, jamaah juga diajak mengenang peran besar Siti Khadijah RA yang senantiasa mendampingi perjuangan sang suami.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW berkhalwat di Gua Hira, Siti Khadijah RA dengan penuh kasih sayang dan kesetiaan menyiapkan serta mengantarkan kebutuhan beliau, termasuk makanan dan minuman, meskipun harus menempuh medan yang berat.
Kisah tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan dakwah Rasulullah SAW tidak lepas dari dukungan keluarga yang penuh keikhlasan dan pengorbanan. Keteladanan Siti Khadijah RA hingga kini terus menjadi inspirasi tentang arti kesetiaan, dukungan, dan pengabdian dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat.(tom)
