Bojonegoro, 17 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pembukaan Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 digelar sangat meriah di alun-alun Bojonegoro.
Dalam kegiatan tersebut juga dirangkai pelantikan 28 PAC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Bojonegoro periode 2026-2031, serta penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Dengan panggung yang megah, Gutanbo Fest dibuka dengan suguhan seni tari Gumregah Tani. Tarian tersebut menggambarkan ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian dari sawah-sawah yang subur. Suguhan tari tersebut dari Sanggar Tari Angling Dharma.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, dalam laporannya mengatakan Gutanbo Fest 2026 ini merupakan pengembangan dari Fun Farmers Day Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi meluncurkan destinasi wisata baru berbasis edukasi dan konservasi alam, Geosite Kedung Lantung, yang terletak (FFD) yang telah dilaksanakan sejak 2022 di tingkat desa dan kecamatan.
“Pada 2026 ini, kegiatan dikembangkan dalam skala kabupaten di alun-alun dengan harapan tujuan untuk memperluas ruang interaksi dan promosi potensi sektor pertanian Bojonegoro,” ujarnya.
Pemkab Bojonegoro melalui DKPP sepanjang 2026 telah memberikan berbagai dukungan kepada sektor pertanian.
Dukungan tersebut antara lain pupuk bersubsidi sekitar 136.256,94 ton, pupuk NPK tembakau sebanyak 526,925 ton, bantuan benih sebanyak 609,5 ton, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjnag 27.528 meter, pembangunan saluran irigasi sepanjang 1.385 meter, serta asuransi usaha tani padi sebanyak 17.000 hektare.
Selain itu, juga membangun irigasi perpompaan di 44 titik, pembangunan sumur bor di 92 titik, listrik masuk sawah konversi BBM ke listrik sebanyak 4 titik, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebanyak 172 unit, serta melaksanakan sekolah lapang sebanyak 167 kali pertemuan.
Semua diarahkan untuk memperkuat produktivitas sekaligus kesejahteraan petani Bojonegoro.
“Tagline Gumregah Tani Bojonegoro Festival 2026 yaitu Petani Jaya, Bojonegoro Bahagia, Makmur, Membanggakan, Nyata! Karena Bojonegoro menurut sensus pertanian tahun 2023 terdapat 269.267 rumah tangga usaha pertanian yang Dimana dalam 1 rumah tangga usaha pertanian ini ada 3 orang, maka sekitar 800.000-an orang bergantung pada sektor pertanian,” beber Zaenal.
Pada pembukaan Gutanbo ini, juga dirangkai dengan pelantikan 28 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2031.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa pelantikan pengurus PAC HKTI bukan sekadar seremonial, tetapi membawa tanggung jawab untuk bekerja bersama petani dan pemerintah.
Ia menargetkan peningkatan produksi pertanian Bojonegoro dalam beberapa tahun mendatang, termasuk menjadikan daerah tersebut semakin kuat sebagai salah satu penopang produksi pangan.
“Kita target tahun depan mengungguli Kabupaten Lamongan yang sebelumnya kita sudah mengungguli Kabupaten Ngawi. Kemudian tahun 2029 diatas Kabupaten Indramayu yang menjadi salah satu penghasil padi tertinggi di Indonesia,” ucap Bupati Wahono.
Ia menekankan tiga faktor utama yang harus diperkuat untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni air, pupuk, dan teknologi. Ia mendorong pembangunan embung dan optimalisasi jaringan irigasi, sekaligus pengembangan teknologi pertanian melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Pemerintah daerah juga menargetkan pencetakan sawah baru sedikitnya 300 hektare dalam dua hingga tiga tahun ke depan melalui kerja sama dengan pemilik lahan dan pihak terkait seperti perhutani.
Ketua DPC HKTI Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan pelantikan 28 PAC menjadi langkah memperkuat struktur organisasi HKTI hingga tingkat kecamatan.
Menurutnya, kepengurusan tersebut sebenarnya telah terstruktur sejak 2022 dan pelantikan hari ini dilakukan untuk memberikan pengukuhan serta memperkuat keabsahan legitimasi pengurus dalam menjalankan tugas di lapangan.
Nurul yang juga menjabat Wakil Bupati ini menjelaskan, penyusunan pengurus PAC melibatkan masukan dari kepala desa, DKPP, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani.
Dengan struktur tersebut, HKTI diharapkan lebih dekat dengan persoalan petani di setiap wilayah dan mampu mendukung program Pemkab Bojonegoro dan DKPP maupun pemerintah pusat, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan para petani.
Ia juga menyoroti perkembangan produksi padi Bojonegoro. Produksi yang pada tahun 2025 sekitar 710.000 ton meningkat menjadi sekitar 886.000 ton pada 2026.
Menurut Nurul, peningkatan tersebut tidak terlepas dari upaya menjawab persoalan utama petani, seperti ketersediaan air, pupuk, harga pascapanen, bibit, dan pengendalian hama.
“Arah kebijakan makro Pak Bupati berimbas pada peningkatan pendapatan petani. Alhamdulillah kemiskinan di Bojonegoro sesuai dengan rilis data BPS bahwa selama decade tahun 2003-2026 penurunan kemiskinan ada diangka 17,43%,” jelasnya.
Dalam kurun waktu 2015-2025 peningkatan atau penurunan angka terbanyak yaitu 0,80 % di tahun 2026. Dalam 10 tahun ini, kemiskinan Bojonegoro diangka 11 besar, dan sesuai rilis BPS pada 15 Oktober, Bojonegoro keluar dari 11 besar.
Perwakilan DPD HKTI Jawa Timur melalui Bendahara DPD HKTI Jawa Timur, Budi, menyampaikan apresiasi atas pelantikan 28 PAC HKTI se-Kabupaten Bojonegoro.
Ia menilai penguatan struktur hingga tingkat kecamatan penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas peran HKTI dalam mendukung petani serta ketahanan pangan.
“Atas nama pimpinan DPD HKTI Jawa Timur, kami mengucapkan selamat atas pelantikan 28 PAC se-Kabupaten Bojonegoro. Semoga semakin nyata dalam mewujudkan petani yang makmur,” ungkap Budi.
Dalam kesempatan ini, Pemkab juga menyerahkan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani. Bantuan meliputi pompa air untuk 26 kelompok tani, 16 traktor roda dua untuk 16 kelompok tani, 3 combi harvest terbesar untuk 3 kelompok tani, 2 hand traktor, dan 4 hibah uang listrik persawahan untuk 6 kelompok tani, serta bantuan mesin perajang. (exo)
