Surabaya, 30 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk. Rencananya, taman hutan kota yang terletak di wilayah Kecamatan Lakarsantri itu akan dikembangkan menjadi tempat wisata di kawasan Surabaya barat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tempat tersebut bukan hanya untuk sarana alternatif wisata saja, akan tetapi lokasi ini juga sebagai motor penggerak perekonomian warga setempat. Di taman hutan kota tersebut, nantinya akan dilengkapi kolam pancing, area bermain, hingga waduk yang diberi fasilitas sepeda air.
“Nanti taman bermainnya akan kita siapkan seperti di Taman Harmoni, di belakangnya ada seperti waduk kecil nanti anak-anak akan bisa bermain dengan sepeda airnya. Agar apa? UMKM yang ada di depan itu (Taman Hutan Kota Jeruk) bisa berkembang,” kata Wali Kota Eri saat meninjau Taman Hutan Kota Jeruk, Jumat (30/10/2026).
Bukan hanya di bagian depan taman hutan itu saja yang dikembangkan, Wali Kota Eri menyebutkan, bagian dalamnya juga akan dilengkapi tenant UMKM yang menyajikan kuliner khas pedesaan. Kuliner khas pedesaan ini akan diletakkan di dekat area persawahan.
“Karena ini kan (suasana) modelnya di sawah. Jadi makanan khas Surabaya, entah bisa Rawon, atau Lodeh. Nah itu nanti kita tata bentuknya,” sebutnya.
Tidak hanya ada tempat kulineran, di area persawahan itu juga akan dijadikan tempat edukasi pertanian untuk anak-anak. Dengan begitu, maka anak-anak di Kota Surabaya akan bisa merasakan pengalaman membajak sawah hingga menanam padi. “Jadi memang ada spot-spot yang memang kita siapkan untuk itu. Semoga bisa jadi dalam waktu singkat,” ujarnya.
Di area taman hutan kota ini, lanjut Wali Kota Eri, Pemkot juga akan memfasilitasi tempat usaha untuk Generasi Z (Gen Z). Dirinya mengungkapkan, fasilitas tersebut untuk mengembangkan usaha anak-anak muda di kawasan tersebut. Rencananya, Pemkot akan memfasilitasi tempat usaha untuk pengembangan ternak ayam dan bebek.
“Tapi kita siapkan yang modern, bukan yang manual, sehingga kita juga menunjukkan gerakkan anak muda. Jadi nanti tempatnya tidak lagi menimbulkan bau,” ungkapnya.
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menerangkan, pengembangan kawasan ini akan dilakukan oleh Pemkot sepenuhnya. Sementara itu, warga di sekitar Kelurahan Jeruk yang menggerakkan perekonomian di tempat ini.
Cak Eri menjelaskan, yang akan berjualan di lokasi ini adalah warga prioritas kategori Desil 1-3. Karena, pengembangan taman hutan kota ini menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan di Kota Surabaya.
Nantinya, warga yang masuk Desil 1-3 itu akan diberi pendampingan oleh Pemkot bersama pihak swasta. Tujuannya, agar perekonomian di kawasan ini dapat berkembang dan menyejahterakan warga.
“Dengan pemanfaatan aset ini, nanti ada juga kerjasama dengan pihak swasta. Karena kalau nanti taste makanannya nggak bagus, tidak akan ada orang yang datang,” jelasnya.
Cak Eri menambahkan, nantinya Pemkot akan berkoordinasi Jaksa Pengacara Negara (JPN) soal pemanfaatan aset tersebut. Karena hasil dari pengembangan taman hutan kota ini tidak masuk ke Pemkot Surabaya akan tetapi langsung ke warga.
“Hasil yang masuk tidak masuk ke Pemerintah Kota, tapi kami langsung berikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan JPN. Karena kan sama saja, ketika masuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) kami keluarkan lagi ke masyarakat, tapi ini kami ingin langsung ke masyarakat. Semoga bisa jalan ini,” tambahnya.
Di samping itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, luas Taman Hutan Kota Jeruk ini mencapai 7,6 hektare. Sedangkan yang sudah dikelola dan dimanfaatkan sebagai taman dan area persawahan luasnya 4,3 hektar.
“Yang dibawah pengelolaan kita 4,3 hektar, total 7,6 hektar ini termasuk yang bozem-bozem ini yang nantinya akan dikelola bersama dan diperbaiki oleh DPRKPP (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan),” kata Nanik.
Dalam pengembangannya, Nanik menambahkan, Pemkot akan menggandeng tim ahli untuk menyusun konsep taman hutan kota tersebut. “Pak Wali kan tadi menyampaikan, akan mencari tim ahli sehingga bisa menampilkan perencanaan yang terintegrasi,” pungkasnya. (del)
