Surabaya, 14 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersinergi dengan TNI AL, khususnya Kodaeral V dan Koarmada II, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep mengadakan program masif bertajuk “Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur”. Kegiatan ini bagian dari rangkaian memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Rombongan diberangkatkan menggunakan kapal KRI Makassar 590 dari Pangkalan Koarmada II Surabaya pada Selasa (13/10/2026) sore menuju Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep. Pelayaran ini membawa misi kemanusiaan agar peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selama pelayaran menuju ujung timur Pulau Madura, para peserta pelayaran mengikuti kegiatan sarasehan bertajuk “Jatim Gerbang Baru Nusantara: The Next Level” serta melangsungkan ibadah Salat Tahajud bersama untuk memohon kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian acara.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, sesaat sebelum bertolak menjelaskan bahwa orientasi perayaan tahun ini difokuskan penuh pada pelayanan masyarakat.
Ia menegaskan, pada prinsipnya, tahun ini program kegiatan difokuskan untuk berdampak langsung dan melayani masyarakat. Seluruh kegiatan bakti sosial dipusatkan di Pantai Slopeng, Sumenep, dengan skala yang masif.
Melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, kehadiran Provinsi Jawa Timur pada peringatan hari jadi ini diharapkan dapat benar-benar dirasakan dampaknya oleh warga.
Setibanya di Sumenep untuk pelaksanaan pada 14 Oktober 2026, berbagai rangkaian kegiatan komprehensif telah disiapkan. Adhy Karyono merinci bahwa kegiatan tersebut meliputi sapa bansos, sunatan massal (khitan masal), penyaluran bantuan, pasar murah, layanan kesehatan, perbaikan rumah (bedah rumah), hingga penyediaan air bersih. Secara lebih luas, intervensi ini juga mencakup omah terapi, cek kesehatan gratis, penanganan serta pencegahan stunting, penyaluran alat bantu mobilitas disabilitas, hingga program PKH Plus Lansia.
Selain itu, disalurkan pula bantuan pemberdayaan nelayan, alat dan mesin pertanian, zakat produktif, beasiswa, program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP), layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), perpustakaan keliling, serta dapur airku untuk warga setempat.
Terkait pemilihan Kepulauan Sumenep sebagai lokasi utama, Adhy Karyono memaparkan bahwa hal tersebut didasarkan pada evaluasi kondisi sosial dan tingkat kemiskinan. Madura dijadikan pusat upaya perbaikan karena indeks kemiskinan dan kesehatannya masih berada di bawah rata-rata provinsi.
Misi kemanusiaan ini juga menjadi momentum istimewa karena merupakan kesempatan pertama bagi Pemprov Jatim untuk berkolaborasi dengan pihak Armada dan Koarmada beserta tim kesehatannya dalam menyelenggarakan bakti sosial berskala besar.
Ke depannya, Adhy Karyono memastikan bahwa kegiatan terpadu yang mencakup layanan kesehatan, sosial, dan program bantuan ini akan digulirkan sebagai agenda reguler.
Program percepatan kesejahteraan ini nantinya tidak terbatas di Madura saja, melainkan akan menargetkan wilayah kantong kemiskinan lainnya seperti Kabupaten Malang bagian selatan, Jember, dan Situbondo.
Pemerintah provinsi berkomitmen akan terus mencari lokasi-lokasi baru yang membutuhkan intervensi bakti sosial serupa demi mewujudkan pemerataan kesejahteraan di seluruh penjuru Jawa Timur. (pca)
