BerandaUncategorizedPeringatan Hari Pangan Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi dari Hulu ke...

Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi dari Hulu ke Hilir untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Sejahterakan Petani Di Jatim

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 16 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat inovasi di sektor pangan, mulai dari produksi, pengolahan hingga distribusi. Ajakan itu disampaikan dalam momentum peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, Jumat (16/10).

Hari Pangan Sedunia tahun ini mengangkat tema “Inovasi Masa Kini, Ketahanan Pangan Nanti”. Gubernur Khofifah pun menekankan pentingnya menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan pangan saat ini sekaligus menjamin ketersediaannya bagi generasi mendatang.

“Inovasi yang kita kembangkan hari ini harus menjadi fondasi ketahanan pangan pada masa mendatang. Kita ingin pangan terus tersedia, semakin berkualitas, terjangkau oleh masyarakat, dan memberikan kesejahteraan bagi mereka yang memproduksinya,” ujar Khofifah.

Khofifah menekankan, perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan pangan yang terus berkembang menuntut pembaruan dalam pengelolaan sektor pangan. Inovasi tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mencakup seluruh rantai usaha pangan, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan hingga pemasaran.

Pemanfaatan alat dan mesin pertanian, efisiensi pengelolaan air, penerapan teknologi sesuai kondisi lahan, serta penguatan akses informasi produksi dan pasar menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas. Langkah tersebut juga diperlukan untuk menekan biaya usaha dan mengurangi kehilangan hasil panen.

“Inovasi harus dekat dengan kebutuhan petani. Teknologi harus membantu pekerjaan mereka, meningkatkan hasil dan mutu produksi, serta memperkuat pendapatan. Manfaatnya harus benar-benar dirasakan sampai di tingkat usaha tani,” tegasnya.

Khofifah menegaskan, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan pangan nasional. Maka dari itu, upaya memperkuat kapasitas produksi harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan sumber daya alam dan peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha pangan.

Produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan kontribusi sebesar 17,34 persen terhadap produksi nasional. Sementara itu, potensi produksi padi Jawa Timur pada periode Januari hingga November 2026 diperkirakan mencapai 10,24 juta ton GKG, dengan pertumbuhan sebesar 2,84 persen.

Selain padi, kekuatan sektor pangan Jawa Timur juga ditopang komoditas jagung, tebu, daging, susu, telur, serta perikanan. Keragaman komoditas menjadi modal penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

“Melalui Jatim Agro, kita memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan,” katanya.

Untuk memperkuat peran tersebut, Pemprov Jatim mendorong pengembangan Jatim Agro-Hub, penguatan infrastruktur irigasi, hilirisasi produk, pengembangan korporasi pertanian, serta regenerasi petani. Berbagai upaya ini diarahkan untuk menghubungkan peningkatan produksi dengan pengolahan dan pemasaran yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha pangan.

Khofifah menambahkan, keberhasilan produksi harus diikuti dengan penanganan pascapanen dan akses pasar yang memadai. Penguatan fasilitas penyimpanan, pengemasan, pengolahan, serta distribusi diperlukan agar hasil pertanian tetap terjaga kualitasnya dan dapat menjangkau konsumen secara lebih efisien.

Hilirisasi juga dinilai membuka peluang bagi petani, kelompok usaha, koperasi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi. Dengan demikian, hasil produksi tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya saing lebih baik.

“Petani perlu mendapatkan manfaat yang lebih besar dari hasil kerja kerasnya. Karena itu, peningkatan produksi harus kita hubungkan dengan kepastian pasar, penguatan posisi tawar, dan kesempatan mengembangkan nilai tambah,” ujarnya.

Dalam konteks Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, konektivitas antardaerah juga menjadi faktor penting untuk mempertemukan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan pangan. Kelancaran distribusi perlu terus diperkuat agar ketersediaan pangan dari daerah produsen dapat mendukung kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian dalam pengembangan sektor pangan. Penguasaan teknologi, kreativitas dalam berusaha, serta kemampuan membaca peluang pasar diharapkan dapat memperkuat regenerasi petani sekaligus membuka kesempatan kerja baru di sepanjang rantai usaha pangan.

Sejalan dengan semangat Jatim Lestari, Khofifah mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Perlindungan lahan produktif, pemeliharaan kesuburan tanah, serta penggunaan air dan sarana produksi secara bijak menjadi bagian penting untuk menjaga kemampuan Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, upaya menjaga ketahanan pangan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai konsumen. Khofifah mengajak keluarga membiasakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman, memanfaatkan potensi pangan lokal, serta mengurangi pemborosan makanan.

Menurut Khofifah, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani atau pemerintah, melainkan membutuhkan peran seluruh pihak. Kolaborasi dari proses produksi hingga konsumsi menjadi kunci untuk memastikan pangan tersedia, dapat dijangkau masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Selamat Hari Pangan Sedunia. Mari kita kuatkan kolaborasi dan inovasi agar pangan yang kita hasilkan hari ini dapat menopang kehidupan yang lebih baik, menyejahterakan pelakunya, dan menjaga kecukupan pangan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (her)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru