More
    BerandaUncategorizedPuluhan Anak Disabilitas Peringati Kemerdekaan lewat ‘Aktivitas Terapi’ yang Melatih Fokus dan...

    Puluhan Anak Disabilitas Peringati Kemerdekaan lewat ‘Aktivitas Terapi’ yang Melatih Fokus dan Interaksi

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 16 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Sebanyak 22 anak disabilitas merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia melalui perlombaan yang dirancang bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga melatih komunikasi, fokus, keberanian, dan interaksi sosial.

    Kegiatan yang digelar Unit Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ULABK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Gedung Unesa Science Center, Jumat (14/8/2026) itu menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri sekaligus merasakan pengalaman merayakan kemerdekaan bersama.

    Berbagai perlombaan diadakan dan disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta. Cabang yang digelar antara lain lomba bendera, kreasi melukis kipas, meronce, memindahkan bendera, hingga menyusun kata. Seluruh kegiatan diberikan secara gratis dan diikuti anak-anak bersama orang tua.

    Ketua Disability Innovation Center Unesa, Budiyanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan ULABK yang tahun ini lebih diarahkan untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar dapat mengekspresikan diri dan merasakan pengalaman sosial seperti anak-anak lainnya.

    Menurutnya, peserta berasal dari berbagai kondisi disabilitas, termasuk hambatan intelektual, hambatan emosi, dan autisme. Karena itu, kegiatan dirancang agar seluruh anak yang mendapatkan layanan di ULABK dapat berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

    “Bagi anak itu sendiri, kegiatan ini dapat mengekspresikan diri meerka secara bebas dan fun. Bagi masyarakat ini dapat menjadi semangat bahwa semua anak perlu didorong untuk terus berkembang. Anak-anak seperti ini, sebenarnya kalau mendapatkan sentuhan layanan yang baik, bukan tidak mungkin bisa berkembang dengan baik,” tandasnya.

    Guru besar disabilitas Unesa itu menambahkan, interaksi yang muncul selama kegiatan menjadi bagian dari proses terapi. Anak-anak yang sebelumnya tidak saling mengenal didorong untuk beraktivitas bersama, sehingga memiliki pengalaman berkomunikasi dan membangun relasi dengan lingkungan sosialnya.

    Ketua Pelaksana sekaligus terapis ULABK, Dara Widya Ningrum, menjelaskan setiap permainan dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan peserta. Aktivitas seperti berjalan zig-zag, memindahkan bola menggunakan nampan, hingga permainan sensorik tidak hanya memberikan pengalaman bermain, tetapi juga melatih fokus, koordinasi, dan kemampuan kognitif. 

    “Jadi nggak hanya sekadar lomba, tapi lombanya itu yang bisa bermanfaat untuk perkembangan kognitif dan fokusnya,” ujarnya.

    Pembagian kelompok peserta juga disesuaikan berdasarkan usia dan kemampuan. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap anak dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan kapasitasnya sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi, bekerja sama, dan berinteraksi.

    “Harapannya setelah acara ini, orang tua itu bisa mendukung anak lebih baik dan mengetahui potensi atau kemampuan anak masing-masing. Terus juga tidak menuntut anak terlalu lebih, karena harus berdasarkan dengan kemampuan yang masing-masing. Karena setiap anak itu punya milestone-nya sendiri-sendiri,” tandasnya.

    Bagi orang tua peserta, kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi anak sekaligus menjadi ruang untuk melatih kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sri Jayanti, orang tua Nayan Krishnan, mengatakan anaknya menikmati seluruh rangkaian kegiatan, termasuk saat mengikuti lomba meronce dan mewarnai kipas. “Ini termasuk latih untuk kontrol diri juga. Saya tanamkan kepada anak kalau menang kalah bagi saya tidak terlalu penting. Menurut saya, yang paling penting adalah kejujuran,” ujarnya. (her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru