Surabaya, 27 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Prestasi olahraga sejak usia dini membutuhkan lebih dari sekadar latihan keras. Dukungan keluarga, pelatih, dan sekolah menjadi bagian penting untuk mengantarkan anak meraih prestasi tanpa mengesampingkan pendidikan. Komitmen itu ditunjukkan SDIT Permata Surabaya yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun olahraga.
Salah satu siswa yang menjadi kebanggaan sekolah adalah M. Hafiz Dhiaurrahman. Di usianya yang baru menginjak delapan tahun, Hafiz berhasil meraih satu medali perak dan satu medali perunggu dalam Pari Sakti Diving International Competition 2026.
Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Hafiz dinilai telah menunjukkan semangat berlatih, kegigihan, dan mental bertanding yang patut diapresiasi sejak usia muda.
Kepala SDIT Permata Surabaya Rina Widya Tantri, S.Sos. I., Gr, sekolah yang beralamat di Jalan Cacat Veteran Nomor 41, Kecamatan Pakal, Surabaya, menegaskan bahwa sekolah mendukung perkembangan potensi siswa secara menyeluruh. Dukungan itu diwujudkan melalui pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) yang terstruktur, penyediaan fasilitas yang aman, serta pembinaan karakter dan kedisiplinan.
Sekolah juga memberikan kesempatan kepada siswa yang menekuni olahraga di luar sekolah untuk mengikuti latihan maupun kompetisi. Salah satunya melalui dispensasi resmi agar siswa tetap bisa menjalani pembinaan olahraga tanpa kehilangan kesempatan belajar.
Dua Medali Hafiz Jadi Kebanggaan Sekolah
Bagi SDIT Permata Surabaya, keberhasilan Hafiz bukan hanya tentang medali yang dibawa pulang. Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa potensi anak dapat berkembang ketika mendapatkan dukungan yang tepat dari lingkungan sekitarnya.
Sekolah memberikan dispensasi ketika Hafiz harus mengikuti pemusatan latihan atau kejuaraan. Agar proses belajar tetap berjalan, guru membantu menyesuaikan tugas dan memberikan materi susulan apabila ada pembelajaran yang tertinggal.
Apresiasi juga diberikan melalui ruang penghargaan di lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan mampu memotivasi siswa lain untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi sesuai minat masing-masing.
Dukungan tersebut menjadi penting karena siswa yang menekuni olahraga sejak dini harus mampu membagi waktu antara latihan, pertandingan, istirahat, dan kegiatan belajar. Pendampingan sekolah membantu menjaga agar aktivitas olahraga tidak mengorbankan pendidikan.
Bukan Hanya Hafiz, Banyak Siswa Torehkan Prestasi
Potensi siswa SDIT Permata Surabaya tidak hanya terlihat di cabang olahraga akuatik. Sejumlah siswa lainnya juga berhasil meraih prestasi dalam berbagai bidang, mulai dari renang, taekwondo, dan karate hingga kompetisi keagamaan serta kegiatan kreatif.
Di cabang renang, Muhammad Arsya Airlangga meraih juara pertama dalam Vaquita Fun Swimming Championship 2026. Sementara itu, Bumi Putra Wibowo meraih juara kedua dalam kompetisi yang sama.
Prestasi juga datang dari cabang taekwondo. Azril Rahandika Al Fariq meraih juara pertama nomor kyorugi semi prestasi pra-cadet C putra kelas M-38. Capaian serupa diraih Raziq El Muaz Herdianto yang menjadi juara pertama nomor kyorugi semi prestasi pra-cadet C putra kelas M-23 pada Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Piala Gubernur Jawa Timur Antarpelajar 2026.
Di cabang karate, Hadhira Labibah meraih dua gelar juara pertama, masing-masing pada nomor kata perorangan SD putri dan kumite SD putri kelas -30 kilogram dalam International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup.
Ibrahim El Abrar Khadafi juga mencatatkan prestasi dalam ajang tersebut. Dia meraih juara pertama nomor kumite -30 kilogram SD kelas 3–4 putra serta juara kedua nomor kata perorangan SD kelas 3–4 putra sabuk hijau.
Sementara itu, prestasi di bidang lain diraih Nadhira Labibah yang memperoleh juara harapan pertama lomba tahfiz Al-Qur’an Juz 30 tingkat Jawa Timur pada 3 Oktober 2026. Calya Habibah Burairah meraih juara ketiga Islamic Youth Regional 2 se-Gerbangkertosusila, sedangkan Muhammad Afsarul Malik Arrafif meraih juara kedua Brick Mission Independence Challenge.
Deretan capaian tersebut memperlihatkan beragam minat dan potensi siswa. Sekolah pun terus melakukan pendataan serta memberikan apresiasi agar prestasi anak didik dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dispensasi Akademik agar Siswa Tetap Berprestasi
Guru olahraga SDIT Permata Surabaya, Didik Erianto, menjelaskan bahwa dukungan bagi siswa berprestasi tidak berhenti pada pemberian izin mengikuti pertandingan. Sekolah juga menyiapkan penyesuaian akademik agar siswa dapat mengejar materi yang tertinggal.
Fasilitas tersebut meliputi izin tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka selama kejuaraan atau training center (TC), kesempatan mengerjakan tugas susulan, penjadwalan ujian susulan, serta pendampingan guru untuk materi pembelajaran yang belum dikuasai.
Dengan pola tersebut, siswa diharapkan tidak perlu memilih antara mengejar prestasi olahraga dan mempertahankan capaian akademik. Keduanya dapat berjalan berdampingan melalui komunikasi yang baik antara pihak sekolah, orang tua, dan pelatih.
Sekolah juga menekankan pentingnya pembentukan karakter. Prestasi, menurut prinsip pembinaan yang diterapkan, perlu berjalan seiring dengan kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.
Komitmen ini sejalan dengan upaya membangun lingkungan sekolah yang ramah terhadap atlet muda atau sports-friendly school. Artinya, sekolah berupaya menyediakan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat olahraga tanpa mengabaikan hak mereka memperoleh pendidikan.
Bidik IOAC 2026, Sekolah Beri Dukungan dan Doa
Tantangan berikutnya menanti Hafiz dan atlet-atlet muda lainnya. Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–13 November 2026 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
SDIT Permata Surabaya berharap Hafiz dapat menjalani pertandingan dengan tenang, fokus, dan penuh sportivitas. Kesehatan serta keselamatan atlet juga menjadi perhatian utama selama mengikuti kejuaraan.
Sekolah mendoakan agar Hafiz dan seluruh atlet yang bertanding memperoleh kemudahan serta mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Prestasi yang diraih diharapkan dapat membanggakan keluarga, sekolah, dan Indonesia.
Bagi SDIT Permata Surabaya, medali memang menjadi salah satu bentuk keberhasilan. Namun, yang tidak kalah penting adalah proses pembentukan karakter, kemampuan mengatur waktu, semangat pantang menyerah, dan tanggung jawab terhadap pendidikan.
Dukungan yang konsisten dari sekolah diharapkan dapat membantu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi di arena olahraga, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi berkarakter dan memiliki bekal pendidikan yang kuat. (her)
