Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain td-cloud-library dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u974239021/domains/draftrakyat.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Rehan/Melati Juara Polytron Surabaya International Challenge 2026, Taklukkan Bagas/Apriyani di Final | Draft Rakyat
More
    BerandaOlahragaRehan/Melati Juara Polytron Surabaya International Challenge 2026, Taklukkan Bagas/Apriyani di Final

    Rehan/Melati Juara Polytron Surabaya International Challenge 2026, Taklukkan Bagas/Apriyani di Final

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 27 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti keluar sebagai juara nomor ganda campuran Polytron Surabaya International Challenge 2026. Mereka mengalahkan pasangan Bagas Maulana/Apriyani Rahayu dalam laga final yang berlangsung di Surabaya, Minggu (27/9/2026).

    Rehan/Melati harus bekerja keras sebelum memastikan gelar. Pasangan tersebut menang dua game langsung dengan skor 21-19, 21-15.

    Bagi Rehan, gelar tersebut terasa istimewa karena menjadi titel pertama yang mereka raih setelah menjalani tiga turnamen bersama. Hasil ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa mereka masih mampu bersaing dan terus berkembang sebagai pasangan.

    “Alhamdulillah karena akhirnya bisa meraih gelar pertama setelah tiga turnamen yang kami jalani. Gelar ini tentunya menjadi pembuktian bagi kami bahwa kami masih bisa bersaing dan terus berkembang sebagai pasangan,” kata Rehan.

    Menurut Rehan, komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka di pertandingan final. Keduanya berusaha tetap tenang, saling mengingatkan, serta segera bangkit setelah melakukan kesalahan.

    Melati menambahkan, dirinya dan Rehan berusaha menjaga fokus dari satu poin ke poin berikutnya tanpa terlalu memikirkan hasil akhir pertandingan.

    “Kami berusaha fokus dari poin ke poin dan menikmati permainan di lapangan. Kami tidak terlalu memikirkan soal menang atau kalah, yang terpenting adalah bagaimana kami bisa bermain maksimal dan memberikan yang terbaik,” ujar Melati.

    Meski berhasil menjadi juara, Rehan/Melati tetap melihat sejumlah hal yang harus diperbaiki. Mereka menilai masih perlu meningkatkan kekuatan dan daya tahan, terutama ketika menghadapi situasi sulit di pertandingan.

    Pasangan tersebut juga sudah mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Mereka dijadwalkan tampil di Malaysia 100 sebelum melanjutkan perjalanan ke Kudus 100.

    Di sisi lain, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu harus puas menjadi runner-up. Meski gagal merebut gelar, keduanya menilai perjalanan mereka sejak dipasangkan cukup positif.

    Bagas mengatakan masih banyak pelajaran yang didapat dari pertandingan final, terutama ketika permainan mereka kehilangan ritme. Ia menilai komunikasi dan kemampuan untuk saling menutup ruang di lapangan juga masih perlu diperbaiki.

    “Pelajarannya banyak dari pertandingan hari ini. Tadi ada momen permainan kami kurang enak, jadi kami harus belajar bagaimana caranya supaya bisa kembali menemukan ritme permainan,” kata Bagas.

    Bagas juga mengaku bersyukur dengan pencapaian mereka. Final Polytron Surabaya International Challenge 2026 menjadi final ketiga yang dijalaninya bersama Apriyani.

    Sementara itu, Apriyani menilai pertandingan tersebut memberikan bahan evaluasi penting bagi mereka untuk membangun chemistry sebagai pasangan baru.

    Menurut Apriyani, ganda campuran memiliki pola permainan yang dinamis sehingga dibutuhkan komunikasi, pemahaman, dan keyakinan terhadap peran masing-masing pemain.

    “Posisi dan pola permainan harus bisa cepat menyesuaikan, sehingga komunikasi dan pemahaman di lapangan menjadi sangat penting,” ujar Apriyani.

    Apriyani menyebut perbedaan karakter dan pola permainan dalam ganda campuran menjadi tantangan sekaligus proses pembelajaran baginya. Ia mengaku menikmati proses tersebut dan akan terus melakukan evaluasi dari setiap pertandingan yang dijalani bersama Bagas.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru