Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain td-cloud-library dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u974239021/domains/draftrakyat.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Dalila Aghnia Puteri Gagal Juara Polytron Surabaya International Challenge 2026 | Draft Rakyat
More
    BerandaUncategorizedDalila Aghnia Puteri Gagal Juara Polytron Surabaya International Challenge 2026

    Dalila Aghnia Puteri Gagal Juara Polytron Surabaya International Challenge 2026

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 27 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Dalila Aghnia Puteri, harus puas menjadi runner-up pada Polytron Surabaya International Challenge 2026. Dalila kalah dari wakil Jepang, Sakura Masuki, dalam laga final yang berlangsung di Surabaya, Minggu (27/9/2026).

    Dalila yang menjadi unggulan keempat menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21, 16-21.

    Sejak gim pertama, Dalila mengaku kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan dari Sakura membuatnya tidak mampu tampil maksimal, ditambah sejumlah kesalahan sendiri yang dilakukan sepanjang pertandingan.

    “Di game pertama saya merasa cukup tertekan dan tidak bisa keluar dari tekanan. Sakura juga bermain lebih rapi, sementara saya banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Dalila.

    Kondisi fisik juga menjadi salah satu kendala. Setelah menjalani pertandingan hingga babak sebelumnya, Dalila mengaku tubuhnya terasa lebih lelah sehingga kecepatan kaki dan pergerakannya tidak maksimal.

    Menurutnya, menghadapi pemain Jepang membutuhkan kondisi fisik yang prima. Selain memiliki permainan yang rapi, pemain Jepang dikenal memiliki daya juang dan ketahanan yang tinggi di lapangan.

    “Memang kalau menghadapi pemain Jepang, fisik harus bagus karena mereka juga sangat ulet,” katanya.

    Meski gagal meraih gelar juara, Dalila menjadikan pertandingan final tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia bertekad memperbaiki permainan, terutama dalam mengurangi kesalahan sendiri dan meningkatkan kemampuan fisik maupun teknik.

    Dalila menegaskan hasil tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar prestasi. Ia ingin terus berkembang dan memperbaiki berbagai kekurangan agar dapat meraih gelar juara pada turnamen berikutnya.

    “Pastinya saya tidak mau puas sampai di sini. Saya ingin terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi. Saya juga ingin bisa juara,” pungkasnya.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru