Surabaya 20 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pakar komunikasi dari Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Suko Widodo Drs MSi resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur periode 2026-2030. Dalam prosesi pelantikan tersebut, Suko menyatakan bahwa salah satu program prioritas kepengurusannya adalah membenahi etika komunikasi digital generasi muda. Langkah ini diambil karena tingginya aktivitas anak muda di media sosial saat ini dinilai tidak sebanding dengan kecakapan mereka saat berinteraksi secara langsung di dunia nyata.
Suko menjelaskan, saat ini ada fenomena di mana generasi muda sangat vokal di ruang digital, namun cenderung pasif ketika harus bertukar gagasan secara tatap muka di dalam ruang kelas. Ia menilai, pesatnya perkembangan teknologi siber dapat mengurangi kemampuan masyarakat dalam membangun relasi sosial yang sehat jika tidak diimbangi dengan interaksi langsung.
“Sinyal netizen di media sosial lantangnya luar biasa, tapi ketika bertemu di kelas kadang mereka diam. Kami (ISKI Jatim, red) harus menemukan jalan untuk menguatkan anak-anak muda agar lebih human dalam komunikasi,” jelasnya.
Kolaborasi Lintas Profesi dan Keilmuan Lapangan
Untuk menjalankan program tersebut, Suko Widodo menegaskan bahwa ISKI Jatim akan membuka ruang kolaborasi lintas profesi yang lebih luas. Organisasi ini tidak hanya melibatkan kalangan akademisi kampus, tetapi juga merangkul jurnalis, manajer perusahaan, anggota DPR, hingga komisioner lembaga. Strategi ini diterapkan agar pengembangan ilmu komunikasi di Jawa Timur dapat mengkombinasikan teori dengan data riil di lapangan.
“Keilmuan komunikasi itu harus dikembangkan tidak hanya textbook, tapi juga belajar langsung dari dinamika yang ada di lapangan,” tutur Suko. Langkah ini mendapat dukungan dari Ketua Umum ISKI Pusat, Prof Atwar Bajari. Menurut Atwar, pelantikan kepengurusan baru di Jawa Timur ini menjadi momentum penting untuk mengaktifkan kembali peran organisasi di daerah. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Suko Widodo, ISKI Jatim mampu memberikan solusi atas permasalahan komunikasi publik di Indonesia yang saat ini dinilai masih kurang terkoordinasi dengan baik dan sering memicu konflik.
Dorong Komunikasi Dua Arah Pejabat Publik
Selain menyoroti budaya digital generasi muda, Suko juga mengkritik pola komunikasi para pejabat publik dan instansi pemerintahan. Ia menilai, banyak lembaga saat ini masih menerapkan pola komunikasi searah yang cenderung hanya berfokus pada kegiatan promosi atau publikasi capaian, daripada membuka ruang diskusi dengan masyarakat. “Komunikasi itu bukan hanya bicara, tetapi juga mendengarkan. Banyak lembaga saat ini yang aktivitasnya lebih banyak berpromosi daripada membangun komunikasi yang utuh,” tegas Suko.
Melalui kepengurusan baru ini, ISKI Jatim berkomitmen untuk mendorong iklim komunikasi publik yang lebih sehat. Menurutnya, proses komunikasi yang ideal harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, hingga kritik, agar tercipta interaksi yang dua arah dan sesuai dengan etika komunikasi.(rin)
