Bangkalan 18 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat terus diperkuat melalui implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya pilar pertama, Jatim Sejahtera. Program ini menitikberatkan pada upaya percepatan pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan sosial, serta penguatan perlindungan sosial yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di Bangkalan, komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial senilai Rp 40,601 miliar dalam agenda Sapa Bansos Amaliah Ramadan, Selasa (17/3/2026). Bantuan ini mencakup berbagai program pemberdayaan sosial dan ekonomi guna menjaga ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan desa.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan, program bantuan sosial ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata. “Pemprov Jatim berkomitmen memastikan setiap intervensi sosial mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan serta memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas hidup,” katanya.
Dari total bantuan yang diserahkan, mencakup bansos, zakat produktif hingga Bantuan Keuangan (BK) Desa. Para penerima manfaat juga memperoleh paket sembako untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok selama Ramadan. Selain itu, Gubernur Khofifah juga memberikan Al-Qur’an hadiah Raja Salman kepada siswa Sekolah Rakyat, lansia, serta pilar sosial sebagai bentuk perhatian terhadap penguatan nilai spiritual di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menjelaskan, berbagai program tersebut dirancang tidak hanya sebagai bantuan jangka pendek, tetapi juga sebagai langkah pemberdayaan agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi dan sosial dalam jangka panjang. “Bangkalan ini titik ke-17 Sapa Bansos, di mana kita keliling memberseiringi di antara program-program yang bersifat charity dengan yang bersifat prosperity,” ungkapnya.
Sebesar Rp 5,775 miliar dari total bantuan bersumber dari program bansos Dinas Sosial (Dinsos) Jatim yang difokuskan pada perlindungan dan pemberdayaan masyarakat rentan. Komponen terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp 4,384 miliar yang diberikan kepada 2.192 lansia dalam keluarga penerima PKH Reguler, dengan besaran Rp2 juta per tahun.
Selain itu, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp 342 juta disalurkan kepada 95 penerima manfaat dengan nominal Rp3,6 juta per orang per tahun yang dicairkan setiap triwulan. Pemprov Jatim juga memberikan bantuan bagi masyarakat kategori miskin ekstrem, di mana sebanyak 278 penerima manfaat menerima total Rp 417 juta, masing-masing memperoleh Rp1,5 juta.
Upaya pemberdayaan ekonomi turut diperkuat melalui sejumlah program, diantaranya Program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Jawa Timur Sejahtera (Jawara), KIP Perempuan Tangguh Mandiri (Putri) Jawara, serta KIP Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Jawara yang memberikan tambahan modal usaha bagi penerima manfaat.
Perhatian juga diberikan kepada para pilar sosial. Sebanyak 168 orang yang terdiri atas SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Tagana menerima Bantuan Operasional (BOP) atau tali asih dengan total Rp 316 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelayanan sosial.
Melalui BUMD Jawa Timur, zakat produktif disalurkan kepada 50 pelaku usaha mikro dengan total Rp 25 juta, masing-masing menerima Rp 500 ribu sebagai tambahan modal usaha.
Di sektor pemberdayaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim menyalurkan bantuan keuangan khusus untuk berbagai program seperti Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta dukungan BK Kabupaten.
Dukungan tambahan juga diberikan oleh sejumlah perangkat daerah melalui BK Desa, diantaranya Dinas PUPRKCK sebesar Rp 8,5 miliar untuk 65 desa, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Rp18,150 miliar untuk 116 desa, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp 1,8 miliar untuk 14 desa.
Selain itu, bantuan keuangan khusus (BKK) infrastruktur jalan dan jembatan turut diberikan kepada Bangkalan senilai Rp 513,4 juta berupa 250 drum aspal.
Menutup kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah kembali menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan. “Diharapkan berbagai program yang disalurkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah Bangkalan,” pungkasnya.(qal)
