Bojonegoro 8 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Kamis (7/5/2026).
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah berbasis sumber daya manusia unggul dan tata kelola pemerintahan yang berkualitas.
Upacara berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebagai inspektur upacara.
Turut hadir Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, hingga jajaran ASN di lingkungan Pemkab Bojonegoro.
Dalam amanatnya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa semangat Hari Otoda 2026 dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” harus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, otonomi daerah bukan hanya soal kewenangan administratif, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu menyelaraskan pembangunan daerah dengan visi pembangunan nasional, terutama dalam penguatan SDM, pemerataan pembangunan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Melalui semangat Asta Cita, pembangunan daerah harus mampu menciptakan pelayanan publik yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Wahono.
Pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas di Bojonegoro.
Ia menyebut peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan tenaga pendidik, tetapi membutuhkan dukungan orang tua, masyarakat, hingga dunia usaha agar ekosistem pendidikan berjalan optimal.
Pemkab Bojonegoro, lanjut Wahono, terus memperkuat sektor pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan kompetensi guru, serta penguatan literasi dan numerasi siswa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pendidikan berkualitas menjadi pondasi utama kemajuan Bojonegoro,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bojonegoro juga menyerahkan penghargaan kepada Sekretaris Daerah atas capaian prestasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025, Kabupaten Bojonegoro berhasil mencatat skor 3,5533 dengan predikat Kinerja Tinggi.
Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada siswa-siswi berprestasi yang berhasil membawa nama Bojonegoro di berbagai bidang akademik maupun non-akademik.
Peringatan Hari Otoda dan Hardiknas 2026 ini menjadi simbol kuatnya komitmen Pemkab Bojonegoro dalam membangun birokrasi yang efektif sekaligus mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan. (exo)
