Surabaya 25 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – SAGAVET (Satria Airlangga Veterinarian) 2026 diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Komisariat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) bersama FKH UNAIR pada Sabtu (23/5/2026) di Rama Ballroom, Hotel Wyndham, Surabaya. Pada kegiatan itu, Prof Dr Wiwik Misaco Yuniarti drh MKes menyoroti tantangan penanganan penyakit saraf dan penyakit mata pada hewan kecil.
“Tantangan penanganan penyakit saraf pada hewan kecil terletak pada evaluasi neurologis. Proses ini dilakukan untuk mengetahui tanda klinis, lokasi lesi, jenis penyakit, hingga tingkat keparahan masalah yang dialami hewan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemeriksaan neurologis dapat dilakukan melalui metode hands off maupun hands on. “Hands off mempermudah penentuan lokasi lesi, tetapi pemeriksa harus memahami anatomi dan fungsi sistem saraf dengan baik. Salah satu metode hands off yakni pengamatan postur. Observasi postur menjadi langkah awal yang penting dalam pemeriksaan neurologis,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemeriksaan hands on mencakup proprioception positioning reaction, cranial nerve evaluation, hingga spinal reflex evaluation. “Pemeriksaan hands on diperlukan untuk memperkuat hasil observasi dan membantu menentukan diagnosis yang lebih tepat,” ujarnya.
Penyakit Neuro-Oftalmik pada Anjing dan Kucing
Selain itu, pada penyakit neuro-oftalmik pada hewan kecil, penyakit ini adalah gangguan yang melibatkan jalur saraf pengatur fungsi visual, pergerakan bola mata, dan ukuran pupil. Gangguan tersebut terjadi akibat kelainan pada sistem saraf pusat yang terhubung langsung dengan organ mata.
Drh Lina Susanti MS PhD menjelaskan bahwa itu ada penyakit neuro-oftalmik pada anjing dan kucing. Ia menjelaskan klasifikasi Horner syndrome berdasarkan saraf yang terkena, yaitu first, second, dan third order neuron. “Third order neuron lebih mempengaruhi gangguan pada mata, sedangkan first dan second order neuron berpotensi berdampak pada tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan mata harus dilakukan secara langsung dan menyeluruh untuk mengetahui kondisi yang dialami hewan. “Kunci pemeriksaan mata adalah pemeriksaan dilakukan secara langsung dan menyeluruh agar permasalahan serta penyakit dapat diketahui dengan tepat,” tuturnya.(rin)
