More
    BerandaUncategorizedIdul Adha 1447 H, Jadi Momentum Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

    Idul Adha 1447 H, Jadi Momentum Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 27 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Momentum Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan umat Islam untuk memperkuat ketakwaan sekaligus kepedulian sosial. Hal tersebut disampaikan Ustadz M Al Hakim Danurwindo SE MM saat memberikan ceramah Salat Iduladha 10 Zulhijjah 1447 H atau 27 Mei 2026 di depan Lapangan Futsal Asapat, Jalan Raya Tengger Kandangan, Surabaya.

    Dalam tausiyahnya, Ustadz Al Hakim mengajak jamaah mensyukuri limpahan nikmat Allah SWT dengan meningkatkan ketakwaan melalui kepatuhan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, takwa merupakan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 197.

    “Takwa itu seperti seseorang yang berjalan hati-hati di jalan penuh duri agar tidak terjerumus pada larangan Allah SWT,” ujarnya.

    jamaah putra

    Ia menjelaskan, bentuk syukur atas nikmat Allah diwujudkan melalui ibadah salat dan kurban sebagaimana diperintahkan dalam Surat Al-Kautsar ayat 1-2. Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, lanjutnya, menjadi dasar lahirnya ibadah kurban yang sarat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

    Dalam khutbahnya, Ustadz Al Hakim menyampaikan tiga falsafah utama Iduladha. Pertama, pentingnya menjaga keseimbangan antara kesalehan individual dan sosial. Salat disebut sebagai hubungan vertikal kepada Allah, sedangkan kurban menjadi simbol kepedulian sosial kepada masyarakat, terutama kaum dhuafa.

    Ia juga mengingatkan bahwa ibadah terbaik tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

    “Iduladha mengajarkan umat Islam untuk saling berbagi, membantu sesama, dan menghadirkan manfaat di tengah masyarakat,” katanya.

    Falsafah kedua, menurutnya, adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia seperti kesombongan, kerakusan, dan hawa nafsu. Kurban juga menjadi simbol keikhlasan melepaskan rasa kepemilikan terhadap harta dan dunia.

    jamaah putri

    Sementara falsafah ketiga menegaskan pentingnya memuliakan nilai kemanusiaan. Peristiwa penggantian Nabi Ismail AS dengan hewan sembelihan dimaknai sebagai pesan bahwa manusia tidak boleh dikorbankan demi ambisi duniawi maupun kepentingan kekuasaan.

    Dalam kesempatan itu, jamaah juga diajak mendoakan masyarakat dunia yang terdampak konflik dan peperangan agar nilai kasih sayang serta solidaritas kemanusiaan terus terjaga.

    Usai pelaksanaan Salat Iduladha, dua masjid di kawasan perumahan setempat turut melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Masjid Al Ikhlas menyembelih empat ekor sapi dan sembilan ekor kambing, sedangkan Masjid Al Amin menyembelih lima ekor sapi serta tiga ekor kambing.

    Panitia kurban kemudian mendistribusikan daging kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan semangat kebersamaan di Hari Raya Iduladha. (ibn)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru