Lumajang , 28 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya bertumpu pada layanan kesehatan, tetapi juga didukung oleh ketersediaan data yang akurat sebagai dasar penyusunan program. Berangkat dari semangat tersebut, PPKBD Desa Wonorejo terus memperkuat kualitas pendataan agar setiap intervensi pemerintah dapat menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Komitmen itu diwujudkan melalui keikutsertaan PPKBD Desa Wonorejo, Disse Aria Dewi, dalam kegiatan sharing Verifikasi dan Validasi (Verval) Keluarga Risiko Stunting (KRS) Tahun 2026 yang digelar di Balai KB Kecamatan Kedungjajang, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi sebelumnya dan diikuti seluruh PPKBD se-Kecamatan Kedungjajang.
Forum dipimpin oleh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kedungjajang, Priyanto, didampingi Angga Nur Dwi Indriyanto. Dalam arahannya, Priyanto menekankan bahwa verifikasi dan validasi data merupakan tahapan penting dalam mendukung keberhasilan percepatan penurunan stunting.
“Data yang akurat menjadi landasan dalam menentukan sasaran intervensi. Dengan demikian, bantuan, pendampingan, dan berbagai program pemerintah dapat diberikan secara tepat kepada keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta berdiskusi mengenai pengalaman di lapangan, mulai dari proses pencocokan data, kendala saat pendataan, hingga strategi memperbarui data agar sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Forum tersebut juga menjadi wadah berbagi praktik baik antar-PPKBD sehingga tercipta kesamaan persepsi dalam pelaksanaan verifikasi dan validasi KRS di setiap desa.
Bagi Disse Aria Dewi, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan sekaligus bekal untuk meningkatkan kualitas pendataan di Desa Wonorejo. Berbagai masukan yang diperoleh akan diterapkan dalam proses verifikasi data keluarga risiko stunting sehingga menghasilkan informasi yang semakin valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di balik proses pendataan tersebut, kader PPKBD memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di lapangan. Mereka melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mencocokkan data, berdialog dengan keluarga, serta memastikan setiap informasi yang dihimpun sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ketelitian para kader menjadi fondasi penting dalam mendukung penyusunan kebijakan pembangunan keluarga yang berbasis data.
Melalui sinergi antara PLKB, PPKBD, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan, kualitas data Keluarga Risiko Stunting di Kecamatan Kedungjajang diharapkan semakin baik. Dengan data yang valid dan mutakhir, pelaksanaan Program Bangga Kencana maupun upaya percepatan penurunan stunting dapat berlangsung lebih efektif, tepat sasaran, serta berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Lumajang. (MC Lumajang)
