More
    BerandaUncategorizedBerkiprah di Industri Perikanan, Alumnus FPK Dorong Inovasi Budidaya Ikan Nila

    Berkiprah di Industri Perikanan, Alumnus FPK Dorong Inovasi Budidaya Ikan Nila

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 2 Juli 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Salim Hidayat, alumnus Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2005, menjadi salah satu sosok yang berperan dalam pengembangan budidaya nila marine di Indonesia. Kini, ia menjabat sebagai manajer di PT Central Proteina Prima (CPP) sekaligus memimpin tim pengembangan ikan nila marine di perusahaan tersebut.

    Perjalanan karier yang Salim tempuh saat ini tidak terlepas dari bekal yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah mata kuliah Dasar-Dasar Budidaya Perairan yang menjadi fondasi penting dalam memahami prinsip-prinsip akuakultur.

    Berangkat dari Pengalaman

    Selain itu, berbagai kuliah tamu yang menghadirkan profesional dan praktisi perikanan turut membuka wawasannya mengenai perkembangan industri serta tantangan dalam dunia perikanan. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki gambaran yang lebih luas mengenai peluang karier yang dapat ia tempuh setelah lulus. “Ilmu yang saya peroleh di bangku kuliah menjadi fondasi, tetapi pengalaman di lapanganlah yang mengajarkan cara menghadapi tantangan sebenarnya.”

    Setelah menyelesaikan studi, Salim memulai langkahnya di dunia akuakultur dengan membangun usaha pembenihan ikan gurami selama satu tahun. Pengalaman tersebut menjadi titik awal yang membentuk pemahamannya tentang pengelolaan usaha budidaya. Sekaligus mengasah kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

    Ketertarikannya terhadap dunia akuakultur kemudian membawanya bergabung dengan PT Central Proteina Prima melalui program Management Trainee pada 2012. Dari sekitar 1.200 pelamar, Salim menjadi salah satu peserta yang berhasil lolos dan memulai perjalanan profesionalnya di perusahaan tersebut.

    Dedikasi dan konsistensinya dalam bekerja membuahkan kepercayaan untuk menduduki posisi manajerial sejak 2020. Pada 2023, ia menjadi koordinator proyek pengembangan nila marine di wilayah Jawa, salah satu program strategis yang tengah perusahaannya kembangkan.

    Proyek serupa juga dijalankan di Sumatra dan Lampung. Namun, tim yang dipimpin Salim menjadi satu-satunya tim yang berhasil mencapai target pengembangan budidaya nila marine. Dalam kurun waktu sekitar 1.000 hari, timnya mampu menghasilkan ikan nila marine dengan rata-rata bobot mencapai 1.000 gram dan siap dipanen.

    Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi, ketekunan, dan pengalaman lapangan memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan sektor akuakultur.

    Berkaca dari perjalanan kariernya, Salim mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai kesempatan memperkaya pengalaman di luar ruang kelas. Menurutnya, pengalaman praktis akan menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia profesional.

    “Waktu dan tenaga adalah aset terbesar mahasiswa. Gunakan untuk memperbanyak pengalaman, terutama melalui magang, karena pengalaman menjadi bekal yang sangat berharga di dunia kerja.”

    Melalui perjalanan kariernya, Salim menunjukkan bahwa fondasi akademik yang kuat, pengalaman lapangan, serta kemauan untuk terus belajar dapat membuka jalan menuju kontribusi nyata bagi perkembangan industri perikanan Indonesia..(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru