Surabaya 2 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bocah 8 tahun asal Surabaya itu berkembang pesat. Dari sempat menangis saat latihan, kini sukses meraih satu medali perak dan satu perunggu pada debutnya di Kejurnas Loncat Indah 2026.
Perkembangan pesat ditunjukkan atlet loncat indah muda Jawa Timur, M. Hafiz Dhiaurrahman. Meski baru menekuni olahraga loncat indah sekitar tujuh bulan, Hafiz mampu mencuri perhatian dengan meraih satu medali perak dan satu medali perunggu pada ajang Pari Sakti Diving International Competition 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, yang berlangsung 29 Juni–2 Juli.
Prestasi tersebut menjadi sinyal lahirnya salah satu calon atlet potensial Jawa Timur. Sebelumnya, Hafiz juga mampu menembus peringkat keempat pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026, hasil yang dinilai sangat menjanjikan bagi atlet yang masih berstatus pemula.
Mantan Pelatih Kepala Loncat Indah PON Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro, mengaku terus memantau perkembangan Hafiz sejak pertama kali bergabung dalam latihan.
“Baru sekitar tujuh bulan berlatih, tetapi progresnya sangat baik. Di Kejurprov dia sudah masuk empat besar, kemudian pada kejuaraan nasional pertamanya langsung meraih satu perak dan satu perunggu. Itu pencapaian yang luar biasa untuk atlet pemula,” ujar Ronaldy, Kamis (2/7).
Menurut Ronaldy, perubahan terbesar terlihat pada mental bertanding Hafiz. Saat pertama kali datang ke kolam loncat indah, bocah kelahiran Surabaya itu bahkan sering menangis dan meminta pulang ketika ditinggal ibunya.
“Awalnya masih takut, sering menangis kalau ditinggal ibunya. Sekarang mentalnya sudah jauh lebih berani. Dia selalu mengikuti instruksi pelatih, gerakannya semakin tegas, keberaniannya meningkat, dan teknik dasar sudah dikuasai dengan baik,” jelasnya.
Ke depan, Hafiz akan dipersiapkan secara bertahap untuk menguasai teknik-teknik dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi sebagai bagian dari regenerasi atlet loncat indah Jawa Timur.

Ronaldy berharap Hafiz dapat menjadi bagian dari kekuatan Surabaya maupun Jawa Timur pada berbagai kejuaraan mendatang, termasuk event yang akan digelar pada 2027.
“Saya berharap orang tuanya terus memberikan dukungan. Dengan latihan yang konsisten, bukan tidak mungkin Hafiz menjadi juara nasional bahkan internasional,” katanya.
Dukungan penuh memang datang dari keluarga. Sang ibu, Arie Cahyati Solicha, menceritakan bahwa putranya mulai berlatih loncat indah pada 1 Agustus 2025 setelah mendapat rekomendasi dari tetangga yang melihat keberanian Hafiz.
Namun perjalanan menuju prestasi tidak berlangsung mulus. Selama lima bulan pertama, Hafiz kerap mencari alasan agar tidak mengikuti latihan.
“Di keluarga kami menyebutnya selalu ada drama. Ada saja alasan supaya tidak latihan. Tapi setelah ikut Kejurprov dan masuk empat besar, dia mulai menikmati olahraga ini. Sekarang setiap latihan selalu semangat,” tutur Arie
Keberhasilan membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu dari Jakarta menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga sekaligus motivasi agar Hafiz terus meningkatkan prestasinya.
“Kami berharap hasil ini menjadi penyemangat untuk terus berlatih. Semoga cita-citanya menjadi atlet loncat indah berprestasi sekaligus menjadi anggota TNI bisa terwujud, yang meneruskan ayahnya yang anggota TNI AL” harapnya.
Profil Singkat M. Hafiz Dhiaurrahman
- Lahir: Surabaya, 18 Agustus 2017
- Usia: 8 tahun 10 bulan
- Sekolah: SDIT Permata, Pakal, Surabaya
- Kelas: II SD
- Cita-cita: Menjadi atlet loncat indah berprestasi dan anggota TNI.
