More
    BerandaUncategorizedKAI Daop 8 Surabaya Sediakan 20 Water Station di 6 Stasiun, Kurangi...

    KAI Daop 8 Surabaya Sediakan 20 Water Station di 6 Stasiun, Kurangi Lebih dari Setengah Juta Botol Plastik dalam Enam Bulan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 30 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom –  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus memperluas layanan yang memberikan kemudahan sekaligus mendorong gaya hidup berkelanjutan bagi masyarakat. Hingga Juni 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah menyediakan 20 unit Water Station yang tersebar di enam stasiun, sebagai fasilitas air minum isi ulang gratis bagi pelanggan.

    Melalui fasilitas tersebut, pelanggan dapat mengisi ulang tumbler atau botol minum pribadi secara gratis sebelum maupun setelah melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, penyediaan Water Station juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan transportasi publik.

    Berdasarkan estimasi konservatif, apabila 10 persen dari total pelanggan KAI Daop 8 Surabaya selama Semester I 2026 memanfaatkan Water Station sebanyak satu kali dengan membawa tumbler sendiri, maka terdapat potensi pengurangan sekitar 640 ribu botol plastik sekali pakai dalam kurun waktu enam bulan.

    Perhitungan tersebut mengacu pada jumlah pelanggan KAI Daop 8 Surabaya sepanjang Semester I 2026 yang mencapai 6.419.803 pelanggan, atau meningkat sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 5.947.731 pelanggan. Dengan asumsi satu kali pengisian ulang menggantikan satu botol air minum kemasan berukuran 600 mililiter, maka volume air yang berpotensi diisi ulang mencapai sekitar 384 ribu liter.

    Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Kamis (30/7) mengatakan bahwa angka tersebut merupakan proyeksi potensi manfaat lingkungan yang dapat diwujudkan apabila semakin banyak pelanggan membiasakan diri membawa tumbler saat menggunakan transportasi kereta api.

    “Penyediaan Water Station merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan yang semakin nyaman, praktis, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Kami ingin mengajak masyarakat memulai kebiasaan sederhana membawa tumbler saat bepergian. Apabila dilakukan secara bersama-sama, langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai,” ujar Mahendro.

    Mahendro menegaskan bahwa angka 640 ribu botol plastik tersebut merupakan estimasi potensi dan bukan realisasi penggunaan Water Station yang telah tercatat. Estimasi tersebut menggambarkan besarnya manfaat lingkungan yang dapat dicapai apabila semakin banyak pelanggan memanfaatkan fasilitas isi ulang air minum yang telah disediakan KAI.

    Saat ini, 20 unit Water Station telah tersedia pada 12 area pelayanan di enam stasiun wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Stasiun Malang dan Stasiun Surabaya Gubeng masing-masing memiliki enam unit yang ditempatkan pada tiga area pelayanan. Sementara itu, Stasiun Surabaya Pasarturi dilengkapi lima unit yang tersebar di tiga area pelayanan. Adapun fasilitas Water Station juga tersedia di Stasiun Wonokromo, Sidoarjo, dan Lamongan.

    Penempatan Water Station disesuaikan dengan karakteristik serta tingkat mobilitas pelanggan di masing-masing stasiun. Pada stasiun dengan volume penumpang yang tinggi, fasilitas ini ditempatkan di sejumlah titik strategis sehingga mudah dijangkau pelanggan, baik sebelum memasuki area keberangkatan maupun setelah tiba di stasiun.

    Selain menghadirkan kemudahan akses terhadap air minum, KAI juga memastikan kualitas air yang tersedia aman untuk dikonsumsi. Air pada Water Station telah melalui pengujian di Water Quality Laboratory yang dikelola Coway International Indonesia bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta mengacu pada standar kualitas air minum yang berlaku di Indonesia.

    Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas air memenuhi 20 dari 20 parameter baku mutu, meliputi parameter mikrobiologi seperti Escherichia coli (E. coli) dan total bakteri coliform, parameter fisik seperti suhu, total dissolved solids (TDS), kekeruhan, warna, dan bau, serta berbagai parameter kimia lainnya. Untuk menjaga kualitas dan higienitas air, pengujian kualitas serta perawatan fasilitas juga dilakukan secara berkala.

    Mahendro menambahkan bahwa Water Station bukan sekadar fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi layanan KAI yang mengedepankan aspek kesehatan, kenyamanan, dan keberlanjutan.

    “Seteguk air sebelum perjalanan dapat membantu menjaga kebugaran pelanggan selama berada di kereta. Di sisi lain, membawa tumbler sendiri merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi timbulan sampah plastik. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk memanfaatkan Water Station secara bijak, menjaga kebersihan area, serta bersama-sama membangun budaya perjalanan yang lebih ramah lingkungan,” tutup Mahendro.

    Seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan kereta api, KAI Daop 8 Surabaya akan terus menghadirkan inovasi layanan yang tidak hanya mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan. Kehadiran Water Station menjadi salah satu wujud nyata bahwa pelayanan prima dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mewujudkan ekosistem transportasi publik yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.(myo).

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru